Bus Alumni SMKN 1 Painan Segera Jadi Aset Daerah, Kepala Sekolah Benahi Kendaraan yang Sempat Telantar

 

Kepala SMKN 1 Painan, Almes Gangga, S.Pd., M.Pd.T.

PESISIR SELATAN Editor– Satu unit bus sekolah bantuan Ikatan Alumni SMKN 1 Painan yang sempat telantar dan rusak dipastikan segera mendapat penanganan. Kendaraan yang selama ini tidak dapat dioperasikan akibat terkendala biaya perawatan itu akan dialihkan menjadi aset Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar dapat dikelola dan dirawat secara resmi.

Kepala SMKN 1 Painan, Almes Gangga, S.Pd., M.Pd.T., menegaskan pihaknya berkomitmen mengembalikan fungsi bus tersebut sebagai sarana pendukung kegiatan siswa.

"Status bus masih atas nama alumni. Karena itu sekolah tidak diperbolehkan menggunakan dana BOS maupun dana sekolah untuk biaya perawatannya," ujar Almes Gangga, Senin (13/7/2026).

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak sekolah segera mengurus proses administrasi agar bus bantuan alumni resmi menjadi aset Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atau aset SMKN 1 Painan.

"Setelah statusnya menjadi aset daerah, biaya pemeliharaan dapat dianggarkan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga bus bisa kembali dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan," jelasnya.

Sebelumnya, bus tersebut dikenal aktif mendukung berbagai kegiatan sekolah. Selain mengangkut siswa, kendaraan itu juga pernah dimanfaatkan masyarakat melalui sistem penyewaan yang diatur sekolah guna membantu operasional.

Tokoh masyarakat Painan, Beni (48), menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, keberadaan bus sekolah sangat membantu masyarakat, namun sejak mengalami kerusakan pada mesin dan ban, kendaraan itu tidak lagi dapat digunakan karena sekolah terbentur aturan pendanaan.


"Kami berharap bus ini segera diperbaiki sehingga kembali bisa dimanfaatkan oleh siswa maupun masyarakat sesuai aturan," katanya.

Dugaan Administrasi Aset Sekolah Jadi Sorotan

Di sisi lain, hasil penelusuran wartawan menemukan adanya dugaan persoalan administrasi aset kendaraan operasional di sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Pesisir Selatan. Sejumlah kendaraan sekolah diduga belum tercatat sebagai aset resmi sekolah, bahkan muncul informasi adanya kendaraan yang masih menggunakan nama pribadi atau belum memiliki kejelasan status kepemilikan.

Temuan tersebut kini menjadi bagian dari investigasi lanjutan yang masih dilakukan untuk menelusuri administrasi aset kendaraan di sejumlah sekolah. Hingga berita ini diterbitkan, proses penelusuran masih berlangsung dan belum dapat disimpulkan adanya pelanggaran. Wartawan akan terus menghimpun keterangan dari pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.


** Idul Fitri


Posting Komentar

0 Komentar