![]() |
| Kepala SDN 01 Kampung Jawa 1, Desi Rahmawati, S.., menegaskan seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berpedoman penuh pada petunjuk pelaksanaan (juklak) |
Pariaman.Editor – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN 01 Kampung Jawa 1 kecamatan PariamanTengah, Kota Pariaman Sumatera Barat terus menunjukkan progres menggembirakan. Bahkan, sekolah ini disebut menjadi salah satu satuan pendidikan dengan capaian pengerjaan tercepat berdasarkan hasil pemantauan pemerintah pusat.
Kepala SDN 01 Kampung Jawa 1, Desi Rahmawati, S.., menegaskan seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berpedoman penuh pada petunjuk pelaksanaan (juklak) serta petunjuk teknis (juknis) Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
"Semuanya berjalan sesuai aturan. Kami mengutamakan kualitas pekerjaan dan memastikan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan," ujar Desi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan revitalisasi tidak hanya melibatkan pihak sekolah, tetapi juga masyarakat dan tenaga profesional yang memiliki kompetensi serta sertifikasi di bidangnya.
![]() |
| koordinasi dengan konsultan dilakukan secara intensif agar pekerjaan di lapangan tetap sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan aturan yang berlaku. |
"Pelaksanaan pekerjaan melibatkan sekolah sebagai penanggung jawab dan bendahara. Ketua pelaksana berasal dari unsur masyarakat, didampingi Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas yang memiliki sertifikasi sesuai bidangnya," jelasnya.
Menurut Desi, koordinasi dengan konsultan dilakukan secara intensif agar pekerjaan di lapangan tetap sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.
Ia mencontohkan adanya penyesuaian jumlah pintu bangunan yang semula direncanakan 20 unit menjadi 24 unit. Perubahan tersebut dilakukan melalui mekanisme Contract Change Order (CCO) yang resmi dan terdokumentasi.
"Kalau ada perubahan kebutuhan di lapangan, semuanya dibahas bersama dan dibuatkan CCO. Sampai minggu ketujuh dokumen perubahan sudah kami terima, sementara saat ini pekerjaan memasuki minggu kedelapan," katanya.
![]() |
| pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari waktu kontrak yang tersedia, sehingga siswa dapat segera menikmati fasilitas baru saat tahun ajaran baru dimulai. |
Pihak sekolah menargetkan pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari waktu kontrak yang tersedia, sehingga siswa dapat segera menikmati fasilitas baru saat tahun ajaran baru dimulai.
"Kami memiliki kontrak pelaksanaan sekitar 10 minggu. Sebenarnya waktu maksimal yang diberikan 150 hari atau sekitar lima bulan, tetapi kami berupaya menyelesaikannya lebih cepat agar siswa bisa segera menggunakan gedung yang telah direvitalisasi," ujarnya.
Desi mengungkapkan, percepatan pekerjaan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, setelah tim pusat melihat langsung ke lapangan, sekolah kami menjadi salah satu yang paling cepat progres pekerjaannya," ungkapnya.
Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi rehabilitasi atap bangunan, plafon, instalasi listrik, lantai, serta penggantian jendela kayu menjadi aluminium yang lebih kuat dan tahan lama.
Sebagai penanggung jawab, Desi menegaskan pihaknya sangat ketat menjaga kualitas material sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.
"Kami tidak berani mengganti bahan yang sudah ditentukan spesifikasinya. Misalnya hollow ukuran 4x4 tidak tersedia di Pariaman, maka kami membelinya ke Kota Padang. Yang penting kualitas dan spesifikasi harus tetap sesuai," tegasnya.
Ia memastikan tidak ada penggantian material yang berpotensi menurunkan mutu bangunan.
"Dari awal kami sudah mengingatkan pelaksana agar jangan mengganti bahan yang mengurangi kualitas pekerjaan. Kalau tidak ada di Pariaman, kami cari ke daerah lain," katanya.
Menurut Desi, ketentuan tersebut juga telah diatur secara jelas dalam juklak dan juknis program. Pembelian material diutamakan di Kota Pariaman, namun apabila tidak tersedia diperbolehkan mencari ke daerah lain tanpa mengubah spesifikasi yang telah ditetapkan.
Selain itu, sekolah menerapkan pola koordinasi cepat dengan para pekerja agar kebutuhan material penting seperti semen dan keramik selalu tersedia tepat waktu.
Menariknya, seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam proyek revitalisasi ini berasal dari masyarakat sekitar sekolah. Keterlibatan warga tersebut sejalan dengan semangat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan
** Afridon.






0 Komentar