Pabrik Es TPI Padang Mampu Produksi 600 Batang per Hari

 

Adrin memaparkan secara terbuka mekanisme produksi hingga penyaluran es yang selama ini menjadi penunjang utama aktivitas perikanan tangkap di Kota Padang

Padang, Editor— Aktivitas di lingkungan UPTD Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Senin (15/6/2026), berjalan normal. Di tengah kesibukan pelayanan kepada nelayan, Kepala UPTD TPI Kota Padang, Adrin Kahar, menerima sejumlah jurnalis untuk mengklarifikasi berbagai isu terkait ketersediaan dan distribusi es batangan.

Dari ruang kerjanya, Adrin memaparkan secara terbuka mekanisme produksi hingga penyaluran es yang selama ini menjadi penunjang utama aktivitas perikanan tangkap di Kota Padang.

Ia menjelaskan, pabrik es yang dikelola UPTD TPI memiliki kapasitas produksi hingga 600 batang per hari. Namun, jumlah produksi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

"Produksi tergantung kebutuhan. Kadang hanya sekitar 100 batang sehari. Tapi kalau musim ikan, kebutuhannya meningkat dan bisa lebih dari itu," ujar Adrin.

Menurutnya, keberadaan pabrik es sangat vital bagi nelayan. Es bukan sekadar komoditas pendukung, tetapi menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas dan kesegaran ikan sejak ditangkap di laut hingga sampai ke tangan konsumen.

Karena itu, UPTD TPI terus memastikan distribusi berjalan lancar agar tidak menghambat aktivitas ekonomi nelayan.

Adrin juga menjelaskan bahwa sistem pemesanan telah diatur untuk menjaga efektivitas pelayanan. Pembelian minimal ditetapkan sebanyak 20 batang es.

"Kalau satu atau dua batang tentu tidak bisa. Minimal 20 batang dan berapa pun kebutuhan berikutnya siap kita produksi," katanya.

Terkait isu adanya pihak tertentu yang mendapat prioritas dalam memperoleh es batangan, Adrin membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan seluruh distribusi dilakukan berdasarkan permintaan yang masuk dan tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun.

"Itu hanya isu. Ketika mereka mendapatkan banyak, mereka diam. Ketika tidak mendapatkan sesuai keinginan, baru ribut. Saya tahu siapa orangnya," tegasnya.

Untuk meningkatkan transparansi pelayanan, UPTD TPI kini menerapkan sistem pembayaran digital melalui QRIS. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan transaksi langsung dan menghindari munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.

"Pembayaran sekarang menggunakan QRIS. Sistemnya lebih transparan dan tidak lagi bersentuhan langsung dengan petugas," jelasnya.

Adrin menegaskan, pabrik es yang dibangun pemerintah memang diperuntukkan bagi nelayan Kota Padang. Seluruh distribusi dilakukan sesuai kebutuhan, sementara stok yang tidak terserap akan dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan pada hari berikutnya.

"Kami bisa memproduksi 600 batang per hari. Saat musim ikan biasanya habis. Kalau ada sisa, kita gunakan untuk memenuhi permintaan besoknya," ujarnya.

Meski berbagai isu terus bermunculan, Adrin menegaskan pihaknya tidak anti terhadap kritik. Sebaliknya, masukan dari masyarakat dan media menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

"Kami berterima kasih atas setiap kritik yang disampaikan. Semua itu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan ke depan," ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha perikanan, mulai dari agen hingga pemilik ikan, untuk bersama-sama memahami kondisi di lapangan.

"Kami pada prinsipnya menyelamatkan kualitas ikan. Karena itu, semua pihak harus ikut menyikapi kondisi yang ada secara bersama-sama," tuturnya.

Di akhir pertemuan, Adrin menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang terus menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Bagi kami, terima kasih kepada media. Bagaimanapun juga, kami siap menerima kritik dan masukan demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan nelayan," pungkasnya


**Afridon



Posting Komentar

0 Komentar