Gaspur Wartawan Senior Kenang Kejayaan Garda Minang, Ingatkan Pentingnya Media Terdaftar di Dewan Pers

 

Gaspur. Di usianya yang ke-61 tahun, mantan wartawan dan politisi tersebut masih tampak bersemangat mengenang perjalanan panjangnya di dunia pers


PADANG.Editor  – Suasana santai di warung Nasi Goreng Mas Rudi, Jalan Taman Siswa, Padang, Rabu (24/6/2026), menjadi ajang nostalgia bagi jurnalis senior Sumatera Barat, Gaspur. Di usianya yang ke-61 tahun, mantan wartawan dan politisi tersebut masih tampak bersemangat mengenang perjalanan panjangnya di dunia pers

Dalam perbincangan hangat sambil menikmati nasi goreng, Gaspur mengingatkan pentingnya perusahaan media terdaftar dan memenuhi ketentuan yang berlaku di Dewan Pers.

"Media harus terdaftar dan memenuhi aturan yang ditetapkan. Bagi media yang tidak terdaftar, jika menghadapi persoalan pemberitaan, Dewan Pers tidak akan memberikan perlindungan sebagaimana mestinya," ujar Gaspur.

Gaspur dikenal sebagai salah satu wartawan senior yang pernah membesarkan Koran Mingguan Garda Minang, media yang sempat berjaya selama sekitar 15 tahun di Sumatera Barat. Dari media tersebut lahir banyak jurnalis yang kemudian sukses meniti karier di berbagai perusahaan pers.

Menurut Gaspur, Garda Minang telah menjadi "sekolah jurnalistik" bagi banyak insan pers di daerah. Sejumlah nama yang pernah berproses di media itu kini menempati posisi penting, di antaranya Rivandi yang sukses sebagai pimpinan redaksi Posmetro, Arpan yang berhasil di bidang manajemen iklan, serta Muktisar yang dikenal sebagai manajer iklan Harian Padang Ekspres.

Selain itu, Gaspur juga mengenang Marzuki yang pernah menjadi redaktur di Garda Minang, serta Jhon Mandi yang pernah bertugas sebagai Kepala Biro Pariaman.

Tak hanya berkiprah sebagai wartawan, Gaspur juga pernah terjun ke dunia politik sebagai anggota DPRD Kota Padang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia mengaku pernah bertugas pada masa kepemimpinan Maigus Nasir.

Kini, Gaspur lebih banyak berkegiatan di organisasi kemasyarakatan dan mengaku aktif sebagai pegiat LSM di Pesisir Selatan. Meski tak lagi aktif di ruang redaksi, semangatnya terhadap dunia jurnalistik masih tetap menyala.

"Banyak wartawan hebat lahir dari proses panjang dan kerja keras. Pers yang profesional harus menjaga etika, kompetensi, dan legalitas media," tutupnya.


**Afridon

Posting Komentar

0 Komentar