Tarif Seks Online Rp200–300 Ribu di Padang

 

Praktik prostitusi online berbasis aplikasi MiChat kembali menjadi sorotan di Kota Padang.

PADANG .Editor— Praktik prostitusi online berbasis aplikasi MiChat kembali menjadi sorotan di Kota Padang. Aktivitas ini diduga semakin marak dan berlangsung terselubung di sejumlah penginapan kelas melati hingga hotel harian, dengan tarif layanan berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per sekali transaksi. jumat 1 Mai 2026.pukul 04.52 Wib

Penelusuran lapangan menunjukkan, para pekerja seks komersial (PSK) memanfaatkan fitur nearby MiChat untuk menawarkan layanan secara langsung. Komunikasi biasanya dilakukan lewat pesan pribadi, dilanjutkan dengan kesepakatan lokasi bertemu.

Seorang pengguna aplikasi, “Andi” (nama samaran), mengakui kemudahan akses yang ditawarkan.

“Tidak sulit menemukan yang aktif. Tinggal pilih, chat, lalu janjian di hotel. Prosesnya cepat,” ungkapnya.

Selain tarif yang dianggap terjangkau, sejumlah akun menawarkan “pelayanan ramah” dan “full servis”, bahkan sebagian mencantumkan foto dan lokasi secara terbuka.

Fenomena ini memicu kekhawatiran publik. Praktik prostitusi online dinilai tidak hanya bertentangan dengan norma sosial, tetapi juga berpotensi menimbulkan tindak pidana lain seperti perdagangan orang, eksploitasi perempuan, hingga keterlibatan anak di bawah umur.

Hingga kini, belum ada operasi penertiban besar yang secara khusus menyasar prostitusi daring berbasis MiChat di Kota Padang. Pengamat menilai aparat penegak hukum perlu meningkatkan patroli siber serta pengawasan terhadap penginapan yang diduga dijadikan titik transaksi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat terkait segera mengambil langkah tegas untuk menekan praktik prostitusi online yang kian masif memanfaatkan platform digital tersebut.


**tim


Posting Komentar

0 Komentar