Warga Resah, Diduga Ada Oknum Backing Lokalisasi

 

Lampung , Editor—  meredam aktivitas prostitusi di Desa Sumbersari, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Lokalisasi yang selama ini belum ditutup Pemkab Lamtim itu justru terlihat tetap beroperasi hampir setiap malam.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat keluar masuk area tersebut. Aktivitas para pekerja seks komersial (PSK) berlangsung terbuka, 

Dekat Sekolah dan Ponpes, Warga Resah jumat 17 April 2025.

Lebih memprihatinkan, lokasi tersebut berada tidak jauh dari fasilitas pendidikan seperti pondok pesantren, SD, hingga SMK.

Sejumlah warga mengaku resah, terlebih aktivitas mucikari yang masih bebas menawarkan jasa kepada lelaki hidung belang.

“Setiap bulan puasa tetap buka. Berapa kali ganti bupati, ganti Kapolsek, ganti camat dan kepala desa, tempat itu tidak pernah disegel,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Warga menduga adanya backing dari oknum aparat maupun oknum di pemerintahan kecamatan yang membuat praktik prostitusi tersebut tetap kebal dari penindakan.

Konfirmasi Aparat Belum Didapat

Hingga berita ini diturunkan, Camat Sekampung, Kapolsek Sekampung, dan Kepala Desa Sumbersari belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan dan sambungan telepon tidak mendapat respons.

IWO Lamtim: Jangan Seolah-Olah Kebal Hukum

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur, A. Zohiri ZA, mengecam keras berlangsungnya aktivitas prostitusi di bulan suci.

“Kami berharap tokoh agama dan Forkopimcam Sekampung segera mengambil langkah tegas. Hormati bulan Ramadan, jangan seolah-olah kebal hukum,” ujarnya.

Zohiri menegaskan bahwa pembiaran aktivitas prostitusi—apalagi dekat lingkungan pendidikan—merupakan bentuk kelalaian pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Desakan Segera Ditutup

Aktivitas ilegal ini kembali menguatkan desakan warga agar Pemkab Lampung Timur menutup total lokalisasi tersebut.

Selain mencoreng marwah bulan suci, keberadaan rumah bordil itu dinilai menciptakan dampak sosial yang merusak generasi muda di sekitar wilayah Sumbersari.


** 


Posting Komentar

0 Komentar