![]() |
| Peserta berburu, Burhanudin (39 ), warga Pauh Jorong Hulu Banda, Nagari Malalak Barat, tewas akibat tertembak badia balansa (senjata rakitan tradisional) |
Pariaman.Editor— Kasus penembakan yang menewaskan seorang pemburu bernama Burhanudin (39) pada Rabu, 15 April 2026, di kawasan Gunung Padang Alai, kembali memanas. Tidak hanya soal kematian korban, tetapi juga dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan Ketua Porbi tingkat kecamatan, Bujang Virgo, terhadap para jurnalis yang sedang melakukan peliputan.
Korban Tewas Tertembak di Dada Saat Berburu Babi
Informasi awal menyebutkan, sekitar pukul 14.30 WIB, terdengar letusan senjata rakitan (badia balansa) saat kegiatan berburu berlangsung. Saksi Jeki Rahmat (37) dan Masri C (62) mengatakan mereka mendengar suara tembakan dan sempat menanyakan melalui HT siapa yang menembak, namun tidak ada jawaban.
Beberapa menit kemudian, laporan masuk melalui HT bahwa ada seorang pemburu terkena tembakan. Korban ditemukan tergeletak di lereng bukit dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, Kota Pariaman. Meski sempat mendapat penanganan, Burhanudin—petani asal Pauh Jorong Hulu Banda, Nagari Malalak Barat—dinytakan meninggal dunia akibat luka tembak di dada.
Ketua Porbi Diduga Larang Keluarga Buat Laporan Polisi
Situasi bertambah tegang saat sejumlah jurnalis mencoba mengonfirmasi kejadian kepada Ketua Porbi Bujang Virgo. Ia diduga melarang awak media membuat berita mengenai peristiwa penembakan itu, bahkan disebut-sebut meminta keluarga korban tidak membuat laporan polisi (LP) ke Polres Pariaman.
Beberapa jurnalis yang hadir, yakni dari PadangTV, TVRI, Koran Rakyat Sumbar, media online, hingga Beritaeditorial.com, menyatakan kekecewaan atas sikap tidak kooperatif Bujang Virgo. Para wartawan menilai tindakan itu sebagai bentuk upaya menghalang-halangi kerja jurnalistik.
“Beliau tidak mau diwawancarai, malah menyuruh jangan diberitakan,” ujar salah satu jurnalis yang berada di lokasi.
Kasat Reskrim Memanggil Ketua Porbi
Ketegangan memuncak ketika Kasat Reskrim Polres Pariaman Iptu Rio memanggil Bujang Virgo ke ruang kerjanya untuk dimintai keterangan. Namun, saat jurnalis kembali mencoba memperoleh pernyataan, Ketua Porbi itu tetap menolak berbicara dan hanya mengatakan situasi sedang “panas”.
Tokoh Masyarakat: Korban Tertembak Senjata Rakitan
Tokoh masyarakat setempat, Yaser, membenarkan peristiwa tragis tersebut.
“Pemburu itu tertembak di bagian dada oleh senjata rakitan,” ujarnya di hadapan para jurnalis.
Jurnalis Minta Polisi Bertindak Tegas
Para wartawan menilai tindakan intimidasi terhadap kerja pers adalah bentuk pelanggaran hukum yang tidak bisa ditoleransi. Mereka meminta polisi mengusut tuntas:
Penyebab penembakan yang menewaskan Burhanudin
Dugaan intimidasi Ketua Porbi terhadap jurnalis
Adanya larangan terhadap keluarga membuat laporan resmi
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, mengingat kegiatan berburu babi sering melibatkan senjata rakitan yang kerap memicu insiden serupa.
**Afridon


0 Komentar