Khatib Ingatkan Jamaah: Kematian Tak Bisa Dihindari

 

 mengingatkan jamaah bahwa satu bulan berpuasa ibarat memasuki sekolah besar kehidupan, di mana manusia dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jumat 3 April 2026

Pariaman, Editor— Suasana Masjid Daarul Ma’arif di Jalan SB Alamsyah, Kampung Balacan, Kelurahan Kampung Pondok, Kota Pariaman, terasa penuh penghayatan saat Khatib Jumat menyampaikan pesan kuat tentang hakikat hidup dan kepastian kematian. Bertepatan dengan 1 Syawal, sang khatib mengingatkan jamaah bahwa satu bulan berpuasa ibarat memasuki sekolah besar kehidupan, di mana manusia dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jumat 3 April 2026

“Seolah-olah beramal seperti besok akan mati,” tegas Khatib dalam khutbahnya.

Kematian adalah Kepastian

Dalam penyampaiannya, Khatib menegaskan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas seluruh perbuatannya—baik mata, telinga, lisan, maupun langkah kaki.

“Sekarang manusia sendiri yang memilih jalannya. Apakah ingin membawa amal atau justru memikul dosa,” ujarnya.

Khatib juga mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa kematian adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Kepastian Kematian

Berikut beberapa ayat yang disampaikan Khatib:

QS Ali-Imran: 185

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”

 Mengajarkan bahwa tidak ada makhluk yang bisa menghindari kematian.

QS An-Nisa: 78

“Di mana saja kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian.”

 Kematian bisa datang di tempat dan waktu yang tidak disangka.

QS Al-Jumu’ah: 8

“Kematian yang kalian lari darinya, pasti akan menemui kalian.”

Manusia sering takut mati, namun kematian tetap datang sesuai ketentuan Allah.

QS Ali-Imran: 145

“Tidak ada satu jiwa pun yang mati kecuali dengan izin Allah.”

 Waktu kematian sudah ditetapkan sejak awal.

QS Al-Mulk: 2

“Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian.”

 Hidup dan mati adalah ujian, bukan tujuan akhir.

Khutbah Jumat ini memberi pengingat mendalam kepada jamaah bahwa hidup hanyalah perjalanan sementara. Khatib mengajak umat Muslim untuk terus memperbaiki diri setelah melewati bulan Ramadan, layaknya seorang lulusan pesantren yang siap mengamalkan ilmunya dalam kehidupan nyata.

“Kematian pasti datang. Yang perlu kita siapkan hanyalah amal sebagai bekal menghadap Allah,” tutupnya.


** Afridon


Posting Komentar

0 Komentar