Keluarga Bayi Alceo Tuding RSUP M Djamil Padang Kerahkan Buzzer, Manajemen Bantah

 

PADANG, Editor — Pihak keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika melontarkan tudingan serius terhadap RSUP M Djamil Padang. Mereka menduga manajemen rumah sakit mengerahkan karyawan untuk menjadi buzzer di media sosial guna mengimbangi pemberitaan dugaan kelalaian medis rabu 22 April 2026

Alceo, bayi berusia 14 bulan yang dirawat akibat luka bakar, meninggal dunia setelah sepekan menjalani perawatan. Keluarga menilai terdapat indikasi kelalaian selama proses penanganan medis.

Ayah korban, Doris Flantika, mengaku memperoleh informasi dari sumber internal rumah sakit. Ia menyebut adanya pesan berantai yang berisi instruksi kepada karyawan untuk mengomentari isu di media sosial.

“Kami menerima informasi itu dari dalam. Pesan sempat diteruskan, meski kemudian dihapus,” ujarnya dalam konferensi pers.

Doris juga mengklaim terdapat ancaman terhadap karyawan yang menyebarkan informasi negatif terkait rumah sakit. Ia menilai praktik tersebut berbahaya dan berpotensi menutup ruang kritik publik.

Tudingan serupa disampaikan ibu korban, Nuri Khairma. Ia menyebut adanya dugaan sistem imbalan bagi karyawan yang membuat komentar tertentu di media sosial, serta ancaman sanksi bagi yang menyebarkan informasi yang merugikan rumah sakit.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas, membantah tegas. Ia menegaskan manajemen fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan.

“Tidak ada kebijakan seperti itu. Fokus kami adalah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait dugaan kelalaian medis, pihak rumah sakit menyatakan proses audit internal masih berjalan. Sementara isu buzzer disebut perlu dikonfirmasi kepada sumber informasi awal.

Kasus ini masih berkembang dan menjadi perhatian publik di Sumatera Barat.


**Tim.

Posting Komentar

0 Komentar