Kabid Humas Polda Sumbar Perkuat Sinergi dengan Antara, Tegaskan Perang terhadap Hoaks dan Tambang Ilegal

 

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat, Susmelawati Rosya, melakukan kunjungan resmi ke Kantor LKBN Antara Biro Sumbar, Kamis (21/4 /2026 )

Padang .Editor— Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat, Susmelawati Rosya, melakukan kunjungan resmi ke Kantor LKBN Antara Biro Sumbar, Kamis (21/4 /2026 ) . Kunjungan ini menegaskan komitmen memperkuat sinergitas antara kepolisian dan media dalam menjaga stabilitas informasi publik.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala Biro Antara Sumbar, Syarif Abdullah, bersama jajaran redaksi dan pewarta. Dalam pertemuan tersebut, Susmelawati menekankan peran strategis media sebagai mitra Polri dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Antara memiliki posisi penting dalam membantu Polri menyampaikan informasi yang benar sekaligus meluruskan hoaks yang beredar,” tegasnya.

Ia menyoroti derasnya arus informasi di era digital yang menjadi tantangan serius. Di satu sisi mempercepat akses publik terhadap berita, namun di sisi lain membuka ruang luas bagi penyebaran informasi yang menyesatkan.

Karena itu, ia berharap Antara terus menghadirkan produk jurnalistik yang akurat, terverifikasi, dan mampu menjadi penjernih di tengah “banjir” informasi.

“Media harus menjadi pemersatu, menjaga kondusifitas, dan merajut kebersamaan di Sumatera Barat,” ujarnya.

Selain isu komunikasi publik, Susmelawati juga menegaskan fokus Polda Sumbar dalam memberantas aktivitas tambang ilegal, sesuai arahan Kapolda Gatot Try Suryanta.

Penindakan, menurutnya, dilakukan secara tegas melalui jalur hukum, diperkuat dengan edukasi masyarakat serta pembangunan jaringan komunikasi di lapangan.

“Penindakan sudah berjalan di sejumlah daerah dan akan terus kami gencarkan,” katanya.

Sementara itu, Syarif Abdullah memastikan Antara siap mendukung kinerja kepolisian melalui kemitraan profesional yang berlandaskan etika jurnalistik.

“Sebagai kantor berita nasional, Antara berkomitmen menyajikan informasi akurat dan berimbang, sekaligus menjaga narasi bangsa di tengah derasnya arus digital,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara aparat dan media kian penting, terutama dalam menghadapi tantangan hoaks serta isu-isu strategis seperti tambang ilegal di Sumatera Barat.

**

Posting Komentar

0 Komentar