JK Laporkan Rismon ke Bareskrim soal Isu Ijazah Jokowi

 

Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo memasuki babak baru. Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla

JAKARTA .Editor— Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo memasuki babak baru. Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla resmi melaporkan peneliti forensik digital Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).

Laporan itu tercatat dengan nomor STTL/135/V/2026/BARESKRIM. JK menilai tuduhan yang menyebut dirinya mendanai pihak yang mempermasalahkan ijazah Jokowi merupakan fitnah yang mencoreng kehormatannya.

“Saya melaporkan Saudara Rismon Sianipar. Martabat saya dilecehkan,” tegas JK setelah keluar dari ruang penyidik.

Bantah Danai Isu Ijazah Jokowi

JK dengan keras membantah klaim bahwa dirinya menggelontorkan dana hingga Rp 5 miliar untuk menggerakkan isu ijazah palsu.

“Masa saya bayar orang Rp 5 miliar. Itu tidak masuk akal dan tidak pernah saya lakukan,” ucapnya.

Ia menegaskan hubungannya dengan Jokowi sangat baik mengingat mereka pernah bekerja bersama selama lima tahun di pemerintahan.

Sesalkan Polemik Berlarut 3 Tahun

JK menilai isu ijazah Jokowi sudah terlalu lama dibiarkan.

“Kasus ini sudah 2–3 tahun. Meresahkan masyarakat, merugikan banyak pihak, menghabiskan waktu dan biaya,” katanya.

Ia menyebut perdebatan publik yang mempertentangkan isu ini di berbagai platform media sudah memecah belah masyarakat.

JK Sarankan Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli

Menurut JK, polemik sebenarnya bisa selesai dengan sederhana.

“Cukup Pak Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya. Saya yakin beliau punya,” ujarnya.

Kuasa Hukum Rismon: Video Itu Olahan AI

Pihak Rismon melalui kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, membantah kliennya pernah menuduh JK. Ia menyatakan video yang beredar adalah hasil rekayasa AI.

Namun JK merespons dingin.

“Dia hanya bilang itu bukan dia yang bicara, tapi tidak membantah isinya. Itu masalahnya,” tegasnya.

JK: Ini Urusan Martabat

JK mengaku tidak berkonsultasi dengan Jokowi sebelum membuat laporan.

“Ini masalah saya. Martabat saya diserang,” ujarnya.

Dengan laporan ini, penyidikan resmi dimulai dan membuka babak baru bagi salah satu polemik paling panjang dalam dunia politik Indonesia.


** Afridon


Posting Komentar

0 Komentar