Gubernur Mahyeldi Desak Perda Lindungi Generasi Minang

 


Padang.Editor  — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan perlunya regulasi yang lebih kuat dalam upaya menjaga generasi muda dari perilaku yang dinilai bertentangan dengan nilai adat dan agama di Ranah Minang. Melalui artikelnya, Mahyeldi menyoroti pentingnya Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan hukum untuk memperkuat ketahanan keluarga serta menjaga moral masyarakat.

Menurut Mahyeldi, fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau yang berpegang pada falsafah “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” menuntut seluruh komponen masyarakat—keluarga, ninik mamak, alim ulama, hingga pemerintah—untuk berperan aktif menjaga tatanan sosial.

“Upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan melarang. Harus ada pembinaan, edukasi, dan penguatan keluarga,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan bahwa keluarga memegang peranan paling vital dalam pembentukan karakter anak. Pendidikan nilai, pengawasan, serta komunikasi orang tua menjadi benteng pertama pencegahan perilaku menyimpang.

Peran ninik mamak sebagai penjaga adat juga disorot. Menurutnya, ketika ninik mamak aktif membina kemenakan, maka kontrol sosial berjalan alami dalam masyarakat. Begitu pula dengan alim ulama, yang diharapkan menyampaikan dakwah secara menyejukkan namun tetap tegas berdasarkan ajaran Islam.

Mahyeldi menilai pemerintah daerah harus hadir melalui kebijakan konkret. Karena itu, ia mendorong percepatan penyusunan Perda komprehensif yang tidak hanya berisi larangan, tetapi juga memuat strategi edukatif, rehabilitatif, serta penguatan institusi keluarga.

“Regulasi ini bukan untuk mendiskriminasi, melainkan sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap nilai-nilai masyarakat Sumbar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan tidak boleh dilakukan dengan tindakan kekerasan, persekusi, atau pelanggaran hak asasi manusia. Pendekatan yang manusiawi dan pembinaan menjadi kunci.

Gubernur menutup dengan penegasan bahwa menjaga moralitas generasi adalah kerja bersama. Jika keluarga, ninik mamak, ulama, dan pemerintah bersinergi, maka karakter masyarakat Minangkabau yang religius dan beradat dapat terus terjaga


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar