Tokoh Masyarakat Desak Wako Padang Tutup Lokasi Maksiat

 

Dugaan praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di sebuah warung kopi kawasan Atom Center kembali memicu keresahan warga

Padang Editor– Dugaan praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di sebuah warung kopi kawasan Atom Center kembali memicu keresahan warga. Dua remaja perempuan asal Mentawai disebut dijadikan pekerja seks komersial oleh seorang perempuan bernama Tina, yang juga berasal dari Mentawai. kamis 12 Maret 2026 

Tokoh masyarakat Mentawai, Abdulah, mengecam keras praktik tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang mencoreng nama baik kota, terlebih dilakukan pada bulan suci Ramadan.

“Ini anak bawah umur, cantik, putih, masih remaja. Mereka dijadikan PSK. Kejadian ini terjadi di Atom Center. Masyarakat sangat tersinggung, apalagi di bulan puasa,” tegas Abdulah.

Ia mendesak Fadly Amran untuk turun tangan menghentikan praktik maksiat yang disebutnya terjadi secara terang-terangan.

Hal serupa juga disampaikan tokoh masyarakat lainnya, H. Ali Nurdin, yang meminta ketegasan pemerintah kota agar tidak memberikan ruang bagi praktik prostitusi di Padang.

“Masyarakat sudah sangat resah. Jangan biarkan tempat maksiat hidup di kota ini, apalagi di bulan Ramadan,” ujar Ali Nurdin.

Warga menyebut kawasan Atom Center kerap dipadati aktivitas mencurigakan pada malam hari, termasuk dugaan prostitusi anak di bawah umur. Mereka berharap pemerintah dan aparat segera melakukan razia serta menutup lokasi yang terbukti melanggar hukum.

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Padang maupun aparat penegak hukum terkait laporan masyarakat tersebut.


**


Posting Komentar

0 Komentar