Padang Editor– Rutan Kelas IIB Padang hingga kini masih menggunakan air sumur bor sebagai sumber utama kebutuhan air bersih. Kondisi ini dinilai kurang optimal jika dibandingkan dengan Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, yang sudah menggunakan suplai air dari PDAM Kota Padang.
Kepala Pengamanan Rutan, M. Aidil Syaputra, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026).
“Air sumur bor yang kami gunakan kualitasnya tentu tidak sebaik air PDAM. Namun karena keterbatasan anggaran, kami belum bisa melakukan peningkatan,” ujarnya.
Aidil menambahkan, beban kebutuhan air semakin tinggi karena jumlah warga binaan terus bertambah. Per Rabu, 11 Maret 2026, penghuni Rutan Kelas IIB Padang telah mencapai 970 orang.
“Kondisi ini membuat kebutuhan air semakin besar, sementara kemampuan fasilitas belum memadai,” tambahnya.
Ia berharap dukungan anggaran dapat ditingkatkan agar rutan bisa beralih ke suplai air PDAM demi peningkatan layanan dasar bagi warga binaan
**Afridon


0 Komentar