![]() |
| Bus Miyor Padang -Jakarta Buat Berangkat Hari Pres Nasional di Banten rabu 4 Februari 2026 pukul 08.00 Wib |
Padang.Editor — Perjalanan panjang Padang–Jakarta tak hanya soal ketahanan fisik, tetapi juga pengalaman kuliner di jalur Sumbar–Jambi–Palembang hingga Lampung. Penumpang setia, Afridon, yang berangkat melalui Kadai Ing, Rabu 28 Januari 2026 pukul 09.17 WIB dengan Bus Miyor menuju peringatan Hari Pers Nasional di Kota Serang, Banten, menyebut persinggahan makan adalah “penyelamat lelah” selama perjalanan 28–36 jam tersebut.
Jambi: Makan Besar Pertama, Favorit Penumpang
Selepas melewati Padang Pariaman, bus hanya berhenti singkat di Kayu Tanam atau Sicincin. Barulah setelah masuk Jambi, penumpang mendapat jatah makan besar pertama.
Deretan rumah makan—RM Garuda Jambi, RM Sederhana, RM Family, hingga RM Koto Saiyo—menjadi rujukan tetap PO besar seperti Miyor, ANS, NPM, dan Gumarang Jaya.
Menu Minang tetap mendominasi, menjaga selera perantau tetap serasa “di rumah” meski ratusan kilometer dari kampung halaman.
Palembang: Makan Besar Kedua dan Titik Istirahat Panjang
Masuk Palembang, perjalanan kembali disambut makan besar kedua.RM Pagi Sore, RM Pauh Piaman, dan RM Simpang Raya menjadi persinggahan favorit karena area luas, pelayanan cepat, dan cocok untuk istirahat sopir sebelum melanjutkan perjalanan malam.
Lampung hingga Tol Trans Jawa: Persiapan Menyeberang dan Penutup Perjalanan
Memasuki Pelabuhan Bakauheni, bus kembali berhenti untuk persiapan penyeberangan ke Merak. Penumpang bisa membeli makanan cepat saji atau kopi panas sebelum naik kapal.
Setelah menyeberang, bus kembali berhenti di rest area KM 19, KM 43, atau KM 68 Tol Trans Jawa sebagai persinggahan terakhir sebelum tiba di Jakarta.
Standar Kenyamanan Bus Padang–Jakarta
Rata-rata bus rute ini menyediakan:
2 kali makan besar
3–5 kali istirahat singkat
Pola ini bukan sekadar rutinitas, tetapi standar kenyamanan yang memastikan perjalanan jauh tetap aman, manusiawi, dan tidak menguras tenaga penumpang.
Tradisi Perantau: Pulang Melalui Rasa
Konsistensi persinggahan dengan menu khas Minang menjadikan perjalanan darat Padang–Jakarta tetap pilihan utama perantau. Selain aman dan nyaman, mereka bisa menikmati kembali cita rasa kampung halaman dari Jambi hingga Palembang—sebuah pengalaman yang tidak ditemukan di moda transportasi lain.
Perjalanan panjang pun terasa lebih dekat, karena setiap piring hidangan adalah pengingat bahwa kampung halaman selalu ikut menemani dalam setiap kilometer.
**Afridon


0 Komentar