Serang.Editor-Rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 resmi dimulai sejak 6 Januari 2026. Provinsi Banten sebagai tuan rumah menghadirkan rangkaian panjang yang tidak hanya bernuansa seremoni, tetapi juga mengusung penguatan profesionalisme dan jati diri wartawan Indonesia.
Perjalanan HPN dibuka dengan Kemah Budaya Wartawan di Badui, Lebak, pada 6 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara wartawan, sastrawan, dan kearifan lokal Suku Badui, sekaligus menjadi simbol bahwa pers tak boleh tercerabut dari akar budaya bangsa.
Pada 8 Januari, Pemerintah Provinsi Banten dan panitia pelaksana menggelar Rapat Koordinasi Persiapan HPN, memastikan semua agenda berjalan mulus menjelang puncak peringatan. Sehari kemudian, 9 Januari, sejumlah tokoh seni dan budaya mengikuti Presentasi Anugerah Seni dan Kebudayaan, bagian dari proses seleksi sebelum penganugerahan Trofi Abyakta.
Memasuki akhir Januari hingga awal Februari 2026, sekitar 200 wartawan dari berbagai daerah mengikuti Retret Wawasan Kebangsaan di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Kegiatan ini menjadi salah satu sesi paling bergengsi karena mengusung pembinaan karakter, disiplin, dan wawasan kebangsaan.
Puncak agenda berlangsung di Serang, Banten, pada 6–9 Februari 2026. Pembukaan resmi digelar pada 6 Februari, disusul Rakernas SIWO PWI se-Indonesia dan SIWO Award 2025 pada 7 Februari. Agenda HPN terus berlanjut pada 8 Februari melalui forum dan seminar profesional.
Acara puncak dijadwalkan pada 9 Februari 2026, yang rencananya akan dihadiri Presiden RI, sekaligus menjadi momentum besar bagi insan pers nasional untuk meneguhkan tema HPN tahun ini:
“Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.”
Dengan rangkaian panjang mulai dari pembinaan karakter, penguatan budaya, koordinasi organisasi, hingga forum profesional, HPN 2026 menjadi salah satu peringatan paling kaya kegiatan dalam beberapa tahun terakhir.
**


0 Komentar