Najuha Sihab. Bersama jurnalis Beritaeditorial.com Afridon Kamis 29 Januar 2026 pukul 15.40 Wib
Jakarta Editor —Di balik setiap berita yang menggugah, ada sosok yang menulis dengan mata tajam dan nurani jernih. Di Sumbar, nama itu adalah Afridon, wartawan yang menapaki dunia pers bukan dari bangku jurnalistik, melainkan dari dunia farmasi yang penuh presisi.
Justru dari sanalah nalarnya ditempa. Terbiasa membaca data, menganalisis masalah, dan mempertanyakan celah kebenaran, kapasitas intelektual itu meledak ketika dirinya memasuki dunia media.
Awal Tak Lazim: Dari Farmasi ke Dunia Pers
Lahir di Padang, 23 Juni 1974, Afridon menempuh pendidikan jauh dari dunia jurnalistik—SD 04 Bandar Buat, SMPN 21 Bandar Buat, SMF Prayoga Padang, hingga meraih Sarjana Farmasi di STIFI Prayoga.
Profesinya dimulai sebagai Medical Representative PT Takeda Indonesia, bekerja di Jakarta, Medan, Pekanbaru, hingga Padang. Disiplin, data, riset, dan komunikasi menjadi kebiasaan yang membentuk karakter kerjanya.
Namun ada ruang kosong dalam dirinya: ia ingin bersuara. Ia resah melihat kejanggalan di sekitar, ingin bicara, ingin mengabdi untuk masyarakat.
Pada 1 April 2010, ia mengambil keputusan besar: berpindah haluan ke dunia pers.
Tanpa bekal akademik jurnalistik, tanpa “orang dalam”, ia masuk dari titik nol.
Afridon menapaki jalan sebagai jurnalis lewat sejumlah media—Minangkabauonline, Padang Expo, Harian Koran Padang, PortalBeritaeditorial, dan kini di Beritaeditorial.com. Panas, hujan, tekanan lapangan, hingga ritme kerja tanpa batas waktu ditempuhnya dari bawah. Dari situlah karakter pena tajam itu terbentuk.
Berita yang Menggema: Pasar Pariaman Bocor Saat Diresmikan Wapres
Nama Afridon mencuat ketika ia menulis berita Pasar Pariaman Baru Bocor pada hari peresmian oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Maret 2021.
Beritanya tegas, akurat, tanpa bumbu. Imbasnya besar—pemerintah daerah tersentak, publik bersuara, dan proyek mulai dipertanyakan.
Ia bahkan dipanggil Wali Kota Pariaman, didampingi Kadis Kominfo Hendri S.Sos.
Afridon datang tenang, hanya membawa satu hal: fakta.
Sejak itu, reputasinya sebagai “Sang Pena Tajam” makin kokoh. Ia menjadi sorotan di kalangan wartawan dan masyarakat yang ingin membaca informasi sebenarnya.
Meneguhkan Profesionalisme
Afridon tidak hanya bekerja di lapangan. Ia memperkuat profesionalisme dengan bergabung di PWI Sumbar sejak 1 April 2012.
Pada 2024, ia dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Muda, diuji dua tokoh nasional, termasuk Khairul Jasmi.
Ia lulus dengan hasil membanggakan—mengukuhkan dirinya sebagai wartawan berintegritas sesuai standar Dewan Pers.
Filosofi Hidup: Pers Sehat, Ekonomi Kuat, Indonesia Bermartabat
Bagi Afridon, pers bukan sekadar profesi, tetapi tanggung jawab moral.
Ia memegang tiga prinsip:
Pers Sehat: informasi harus akurat, bebas intervensi.
Ekonomi Kuat: media harus dipercaya publik.
Indonesia Bermartabat: kebenaran adalah pilar bangsa.
Prinsip itulah yang menuntunnya saat mengejar narasumber yang enggan bicara, meliput hingga tengah malam, masuk area berlumpur untuk investigasi, atau meliput konflik sosial yang sensitif.
Lelahnya hilang ketika berita memberi dampak positif bagi masyarakat kecil.
Keluarga: Sumber Tenang Sang Pena Tajam
Di tengah kerasnya dunia jurnalistik, Afridon adalah suami dan ayah hangat. Ia tinggal di Komplek Graha Tata Bakri, Pariaman Timur, bersama istri tercinta Meayu Shinta Rossana, dan dua putrinya:
Ayu Sarah Annisa – lulusan Fisika Unand, hafal 30 juz Al-Qur’an.
Aisyah Zahra Amelia – siswi SMK 2 Pariaman, hafal 15 juz Al-Qur’an.
Keluarga menjadi energi yang membuatnya tetap tegak menghadapi tekanan dan risiko profesi.
Penjaga Fakta dari Sumbar
Perjalanan Afridon membuktikan satu hal:
Wartawan sejati lahir dari keberanian, bukan gelar.
Dari laboratorium farmasi hingga ruang redaksi, dari kota besar hingga kampung di Pariaman, Afridon membawa satu prinsip yang tak pernah ia tukar: kejujuran.
Ia tetap menjadi penjaga fakta, suara rakyat, dan sahabat kecil demokrasi—sebuah julukan yang pantas bagi Sang Pena Tajam dari Sumatera Barat.
**Afridon


0 Komentar