![]() |
| Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Junaidi Rison |
Padang,Editor — Mengakhiri tahun 2025, Lapas Kelas IIA Padang menggelar coffee morning bersama awak media, Rabu (31/12/2025 ). Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan itu menjadi ruang diskusi terbuka mengenai progres pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.
Salah satu program yang paling disorot adalah pendidikan kesetaraan bagi warga binaan—mulai dari Paket A, B, C, hingga kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Junaidi Rison, menegaskan bahwa pendidikan adalah senjata utama bagi narapidana untuk bangkit setelah masa pidana berakhir.
“Warga binaan kita dorong mengikuti pendidikan kesetaraan. Bahkan untuk kuliah, itu sudah menjadi cita-cita saya sejak awal. Ada yang putus sekolah atau putus kuliah, dan mereka harus diberi kesempatan untuk melanjutkan,” ujar Junaidi.
Kerja Sama dengan Kampus untuk Dorong Warga Binaan Kuliah
Untuk mewujudkan target tersebut, Lapas Padang telah menggandeng beberapa perguruan tinggi swasta. Skema belajar dibuat agar warga binaan bisa menyelesaikan pendidikan S1 tanpa harus keluar dari lingkungan lapas.
“Ini harapan kami ke depan. Program ini sejalan dengan salah satu poin 15 Program Aksi,” tambah Junaidi yang turut didampingi Kepala Pengamanan Lapas Dimas Eka Putra dan Kasubbag Keamanan Mellyadi Mulya.
Implementasi Nyata 15 Program Aksi
Program pendidikan ini merupakan bagian dari reformasi pemasyarakatan yang menekankan pembinaan, keamanan, dan kemanusiaan. Di antara poin 15 Program Aksi tersebut meliputi:
penguatan keamanan dan ketertiban,
peningkatan kualitas pembinaan narapidana,
penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dan pelatihan keterampilan,
peningkatan layanan kesehatan,
pencegahan peredaran narkoba dan HP ilegal,
optimalisasi reintegrasi sosial,
pelayanan publik berbasis digital,
hingga penguatan peran pemasyarakatan dalam pembangunan SDM nasional.
Komitmen Lapas: Bukan Hanya Mengamankan, tetapi Membangun Masa Depan
Melalui berbagai program itu, Lapas Kelas IIA Padang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengamanan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan yang membuka akses pendidikan seluas-luasnya.
Dengan pendidikan dan keterampilan yang lebih baik, warga binaan diharapkan mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih mandiri, berdaya saing, dan bermartabat
** Afridon.


0 Komentar