Tanggap Darurat Usai, BPBPK Sumbar Tetap Siaga Suplai Air Bersih

 

Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa 
Jumat 26 Desember 2025. 

Padang, Editor— Bencana hidrometeorologi yang menghantam Sumatera Barat pada 25 November 2025 langsung direspons cepat oleh Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumbar, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Fokus utama: memastikan suplai air bersih bagi ribuan warga terdampak.

Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, mengungkapkan bahwa tim tanggap darurat bergerak sejak malam kejadian. Cek lapangan dilakukan segera, memanfaatkan keberadaan PPK Tanggap Darurat yang memang disiapkan untuk kondisi kritis.


“Kami punya PPK tanggap darurat yang siap bekerja kapan saja. Semua peralatan kami stand by di Depo Tanggap Darurat Lubuk Buaya,” kata Doeni, Jumat (26/12/2025

Fasilitas Lengkap, Respons Cepat

BPBPK Sumbar mengerahkan armada dan perlengkapan yang dimilikinya, antara lain:

9 mobil tangki air

5 dump truck

84 hidran umum

5 tenda komando

Flexible bag untuk kebutuhan pengungsian

Setelah SK Tanggap Darurat terbit pada 27 November untuk Padang, Agam, Tanah Datar, Solok, dan Kota Solok, BPBPK langsung merespons permintaan resmi pemerintah daerah.

Padang Krisis Air, BPBPK Kerahkan Tujuh Tangki


Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa 
Jumat 26 Desember 2025

Kerusakan parah terjadi pada beberapa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Padang. Dari 12 SPAM, hanya Lubuk Paraku dan Ulu Gadut yang masih berfungsi.

SPAM Gunung Pangilun, Palukahan, dan Kuranji bahkan rusak dari intake hingga pipa transmisi akibat banjir bandang.

“Hampir tujuh mobil tangki kami kerahkan di Padang. Sumber air kami ambil dari Kalawi dan Pisang, bekerja sama dengan PDAM. Meski anggaran BBM mepet di akhir tahun, kami tetap jalan,” jelas Doeni.

Suplai air di Padang berlangsung intensif sejak 27 November hingga 4 Desember 2025.

Agam, Solok, dan Daerah Lain Tak Luput dari Perhatian

Di Agam, khususnya Palembayan yang dikunjungi Presiden Prabowo, BPBPK memasang:

5 toilet darurat

2 mobil tangki air

10 hidran umum

Medan berat tidak menghalangi tim untuk masuk sejak 1 Desember.


Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa 
Jumat 26 Desember 2025

Di Kabupaten Solok, BPBPK mengirim mobil tangki air yang kemudian dioperasikan PDAM setempat. Kota Solok, Padang Pariaman, dan wilayah sekitar juga mendapat suplai air melalui hidran umum maupun mobil tangki.

Total distribusi air bersih selama masa tanggap darurat mencapai hampir 80 ribu meter kubik.

Fasilitas Vital Tetap Disuplai

Hingga kini, BPBPK Sumbar masih menyuplai air ke fasilitas layanan kesehatan di Padang, seperti:

RSUP M. Djamil

RS Siti Rahmah

RS Tentara Reksodiwiryo

Padang Eye Center

Rumah Ropana Suri

Ini dilakukan untuk menjaga layanan publik tetap berjalan pascabencana.

Tetap Siaga Meski Masa Darurat Berakhir

Meski status darurat telah berakhir, BPBPK menegaskan komitmennya mendampingi pemda hingga layanan dasar pulih sepenuhnya.

“Air bersih kebutuhan paling mendasar. Selama masyarakat dan fasilitas vital butuh, kami akan terus hadir,” tegas Doeni.

Kehadiran BPBPK Sumbar di lapangan membuktikan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal evakuasi dan logistik. Pemulihan layanan publik, terutama ketersediaan air bersih, menjadi kunci bagi warga untuk kembali bangkit dan melanjutkan hidup.


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar