Rahmat Saleh Resmi Bertugas di Komisi IV DPR: Tegaskan Fokus pada Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Petani

 

JAKARTA .Editor— Anggota DPR RI Fraksi PKS asal Sumatera Barat, Rahmat Saleh, resmi berpindah tugas dari Komisi II ke Komisi IV DPR RI. Rotasi internal fraksi itu tidak sekadar perpindahan ruang kerja, tetapi menjadi langkah strategis Rahmat untuk memperluas pengabdian di sektor yang dinilainya paling dekat dengan kebutuhan dasar rakyat: pangan dan pertanian.

“Kita sudah berjuang untuk honorer. Sekarang saatnya fokus pada persoalan perut rakyat: ketahanan pangan, petani, dan sumber daya alam,” tegas Rahmat dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis 26 juni 2025

Dikenal Vokal di Komisi II

Selama bertugas di Komisi II, Rahmat Saleh tampil sebagai salah satu legislator yang paling vokal memperjuangkan nasib tenaga honorer, terutama dalam revisi UU ASN dan pengawalan proses pengangkatan PPPK. Ia menyebut sejumlah capaian legislasi sudah berjalan, dan kini tinggal memastikan implementasinya benar-benar dirasakan di lapangan.

Masuk Komisi IV, Fokus Pangan dan Petani

Memulai tugas baru di Komisi IV, Rahmat langsung mengarahkan perhatiannya pada isu besar: penguatan ketahanan pangan nasional. Sebagai wakil rakyat dari Dapil Sumbar I — wilayah dengan basis pertanian kuat seperti Tanah Datar, Agam, dan Limapuluh Kota — ia menilai potensi Sumbar belum diolah secara maksimal.

“Sumbar punya kekuatan di sektor pertanian, peternakan, dan hutan rakyat. Ini harus jadi prioritas pembangunan,” ujarnya.

Rahmat menyoroti persoalan yang selama ini membelit petani: subsidi pupuk yang tak tepat sasaran, ketimpangan akses lahan, hingga ketergantungan impor bahan pangan. Ia meminta tata kelola distribusi dan pasokan pangan dibenahi melalui penguatan peran Bulog dan Kementerian Pertanian.

“Anggaran pertanian mencapai triliunan rupiah. Kita pastikan dana itu betul-betul dirasakan petani kecil, bukan hanya tercatat di laporan,” tegasnya.

Dorong Penguatan Bapanas

Rahmat juga menilai Badan Pangan Nasional (Bapanas) harus diperkuat, bukan hanya sebagai lembaga koordinatif. “Bapanas perlu wewenang riil dalam sinkronisasi lintas sektor dan integrasi data pangan,” tambahnya.

Komitmen Tak Berubah

Menutup keterangannya, Rahmat menegaskan bahwa perpindahan komisi bukan berarti meninggalkan perjuangan lamanya. “Di mana pun ditugaskan, saya akan terus bekerja demi rakyat.”


**Rilis


Posting Komentar

0 Komentar