![]() |
| PPK 2.5 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Rai Fraja Novandra, ST., MT |
KABUPATEN SOLOK, Editor– Persoalan sampah liar di ruas jalan nasional Lubuk Selasih–Surian, tepatnya di Jorong Batang Hari, Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, kembali menjadi sorotan.
Meski pembersihan dilakukan secara berkala oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, tumpukan sampah masih ditemukan di sejumlah titik.
PPK 2.5 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Rai Fraja Novandra, ST., MT., mengakui persoalan tersebut terus berulang akibat masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
"Ini selalu kita bersihkan berkala, memang masyarakat masih membuang sampah di lokasi tersebut. Pemda juga kita sudah kirim surat terkait hal tersebut," ungkap Rai Fraja.
Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan menertibkan masyarakat yang menjadikan pinggir jalan nasional sebagai tempat pembuangan sampah.
Pantauan di lapangan sebelumnya menemukan dua titik penumpukan sampah di kawasan Jorong Batang Hari. Sampah dalam kantong dan karung terlihat berserakan hingga ke bahu jalan.
Kondisi ini tidak hanya merusak keindahan kawasan Lembah Gumanti, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan gangguan kesehatan.
Pembersihan saja tidak cukup. Pemerintah Kabupaten Solok melalui dinas lingkungan hidup, kecamatan, dan pemerintahan nagari perlu memperkuat pengawasan serta menindak pihak yang terbukti membuang sampah sembarangan.
Pemasangan papan larangan, penelusuran sumber sampah, edukasi masyarakat, hingga penegakan aturan perlu dilakukan secara nyata.
BPJN Sumbar juga telah menyurati pemerintah daerah terkait persoalan tersebut. Kini, tindak lanjut surat itu dinantikan agar penanganan tidak berhenti sebatas koordinasi administratif.
Masyarakat berharap kawasan Jorong Batang Hari tidak terus menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Jalan nasional merupakan fasilitas publik yang harus dijaga bersama.
**Afridon


0 Komentar