Jembatan Inunang Dibangun Kembali, Warga Segera Nikmati Akses Normal

 



PESISIR SELATAN.Editor- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membangun kembali Jembatan Gantung Inunang di Jorong Inunang, Nagari Ampek Koto Hilia, Kecamatan Batang Kapas. Pembangunan ini diharapkan segera memulihkan akses masyarakat yang terputus akibat banjir bandang pada Maret 2025.

Terputusnya jembatan tersebut selama ini menjadi persoalan serius bagi warga. Akses yang sebelumnya hanya sekitar dua kilometer menuju Pasar Batang Kapas, kini harus ditempuh melalui jalur alternatif sepanjang kurang lebih 13 kilometer.

Kondisi itu tidak hanya menambah waktu perjalanan, tetapi juga meningkatkan biaya transportasi dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani yang hendak memasarkan hasil pertanian.

Progres Fisik Capai 45 Persen

Joni, Pelaksana Lapangan CV Taman Karya Manggala, saat ditemui wartawan di lokasi pekerjaan, Kamis (5/11/2026), mengatakan pembangunan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Inunang.

"Jembatan ini sudah tiga kali dibangun, termasuk pembangunan yang sedang berlangsung sekarang. Sebelumnya, seluruhnya mengalami kerusakan dan terputus akibat bencana banjir bandang," ungkap Joni.

Jembatan yang melintasi Sungai Batang Kapas tersebut memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar 1,6 meter. Infrastruktur ini menjadi akses penting bagi sekitar 130 kepala keluarga di Jorong Inunang.

Saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 45 persen. Sementara material yang sudah tersedia di lokasi, seperti besi pilon, gelagar dan sling, turut mendukung kesiapan pekerjaan yang diperkirakan telah melampaui 60 persen.

Menurut Joni, kendala yang masih dihadapi di lapangan adalah ketersediaan material batu. Meski demikian, pihak pelaksana optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.


"Sedikit kendala saat ini ketersediaan material batu. Pekerjaan lainnya sudah berjalan dan tinggal tahapan pemasangan. Insyaallah, kondisi lapangan masih terkendali sehingga bisa selesai tepat waktu," jelasnya.


Anggaran Rp3,55 Miliar, Masa Kerja 140 Hari


Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan Jembatan Gantung Inunang merupakan bagian dari Program Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota, dengan subkegiatan Pembangunan Jembatan.


Proyek tersebut memiliki nomor kontrak 66/BM/KOM-AU/PUTR-PS/VIII/2026, tertanggal 14 Agustus 2026, dengan nilai anggaran sebesar Rp3.555.695.874 dan masa pelaksanaan 140 hari kalender.


Pekerjaan dilaksanakan CV Taman Karya Manggala, sedangkan PT Karsayasa Jumanta bertindak sebagai konsultan pengawas.


PUPR Tekankan Mutu dan Ketepatan Waktu


Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Selatan, Ir. Fahresi Eka Siska, S.T., M.T., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada kecepatan penyelesaian, tetapi harus mengutamakan kualitas dan kesesuaian spesifikasi teknis.


"Kontraktor dan konsultan supervisi diminta bekerja sesuai spesifikasi teknis yang ada. Jangan hanya mengejar pekerjaan cepat selesai, tetapi mutu harus tetap diperhatikan dan penyelesaian juga harus tepat waktu," tegasnya.

Penegasan tersebut penting mengingat jembatan berada di kawasan yang pernah diterjang banjir bandang. Kualitas konstruksi dan ketahanan bangunan harus menjadi perhatian serius agar jembatan mampu digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

Warga Menanti Akses Ekonomi Kembali Normal

Sementara itu, Putra, salah seorang warga Inunang, berharap pembangunan jembatan segera dituntaskan sehingga masyarakat tidak lagi harus memutar perjalanan hingga belasan kilometer.

"Mudah-mudahan pekerjaan Jembatan Gantung Inunang segera selesai dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," harapnya.

Jorong Inunang memiliki potensi pertanian dan perkebunan, di antaranya pala, padi, pinang serta berbagai komoditas lainnya. Karena itu, keberadaan jembatan sangat dibutuhkan untuk memperlancar mobilitas warga, akses pendidikan, perdagangan hingga pengangkutan hasil pertanian.

Pembangunan kembali Jembatan Gantung Inunang bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan mendesak masyarakat dalam memulihkan kehidupan pascabencana.

Kini, masyarakat menanti penyelesaian pekerjaan tersebut. Pemerintah, kontraktor dan konsultan pengawas harus memastikan proyek senilai Rp3,55 miliar itu selesai tepat waktu, sesuai spesifikasi, serta memberikan manfaat nyata bagi warga Batang Kapas.


**Afridon




Posting Komentar

0 Komentar