Jalan Pemuda Kembali Ditata, Pedagang Menaruh Harapan

 

Penataan Jalan Pemuda, Kota Padang, mulai memasuki tahap pelaksanaan. Proyek pembangunan jalan Paket 22


PADANG,Editor- Penataan Jalan Pemuda, Kota Padang, mulai memasuki tahap pelaksanaan. Proyek pembangunan jalan Paket 22 senilai Rp7,009 miliar ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang mengembalikan fungsi jalan menjadi jalur dua sekaligus mempercantik kawasan perdagangan dan kuliner.

Proyek yang dikerjakan PT Pandora Energi Persada tersebut menggunakan dana APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan papan informasi proyek, nilai kontrak mencapai Rp7.009.301.473, dengan kontrak ditandatangani pada 10 Agustus 2026 dan masa pelaksanaanSite Manager PT Pandora Energi Persada, Iswahyudi selama 135 hari kalender

Plang proyek  Transparansi


Penataan ini sejalan dengan rencana Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk membenahi Jalan Pemuda agar lebih tertib, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat

Site Manager PT Pandora Energi Persada, Iswahyudi, mengatakan progres pekerjaan telah mencapai sekitar 35 persen saat ditemui wartawan, Selasa (20/10/2026).

Pembongkaran median jalan telah dilakukan, sementara pekerjaan pengaspalan mulai berjalan. Ruas jalan yang ditangani memiliki panjang sekitar 650 meter.

Site Manager PT Pandora Energi Persada, Iswahyudi .bersama  Darmen Rajo Alam 

Selain pembenahan badan jalan, pekerjaan juga direncanakan mencakup penataan utilitas kabel listrik dan telepon melalui pemindahan ke jalur bawah tanah sesuai perencanaan teknis.

Iswahyudi berharap pekerjaan dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia juga menyebut perusahaan memiliki pengalaman mengerjakan pengaspalan Jalan Samudera dan Jalan Sudirman pada 2016.

Pedagang Menanti Manfaat Nyata

Di tengah aktivitas pembangunan, para pedagang dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Pemuda menaruh harapan besar terhadap penataan kawasan tersebut.

Jalan yang lebih tertata, akses yang nyaman, serta arus kendaraan yang lancar diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan dan mendatangkan lebih banyak pelanggan.

Harapan itu juga berkaitan dengan pengembangan program Padang Gastronomi City, yang menempatkan kuliner lokal sebagai salah satu daya tarik Kota Padang.

Namun, manfaat tersebut perlu diimbangi dengan pengaturan lalu lintas dan akses menuju tempat usaha selama pekerjaan berlangsung. Keselamatan pekerja, pengguna jalan, dan pengunjung toko juga harus menjadi perhatian.




Jangan sampai pembangunan yang bertujuan mempercantik kawasan justru menimbulkan gangguan berkepanjangan terhadap aktivitas perdagangan.

PUPR Harus Pastikan Mutu dan Ketepatan Waktu

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, ST, MSi, diharapkan memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu, dan ketentuan kontrak.


Dengan nilai proyek lebih dari Rp7 miliar yang bersumber dari uang rakyat, pengawasan tidak boleh hanya berfokus pada progres fisik. Kualitas konstruksi, ketahanan aspal, penataan utilitas, keselamatan kerja, serta ketepatan waktu penyelesaian juga harus menjadi perhatian serius.

Transparansi pelaksanaan dan pengawasan yang konsisten diperlukan agar hasil pembangunan sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan.


Keberhasilan proyek ini nantinya tidak cukup diukur dari mulusnya permukaan jalan. Penataan harus mampu memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, menjaga kelangsungan usaha pedagang, dan memperkuat daya tarik kawasan perdagangan serta kuliner.

Kini, masyarakat menunggu hasil nyata pembangunan Jalan Pemuda. Harapannya jelas: jalan semakin tertata, lalu lintas lebih lancar, pedagang tetap mendapatkan ruang untuk berusaha, dan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan publik.


** Afridon 

Posting Komentar

0 Komentar