Genius Umar: Dari Puncak Kekuasaan hingga Dimintai Keterangan dalam Kasus Septic Tank

Genius Umar Bersahabat  Afridon 

PARIAMAN.Editor- Perjalanan politik mantan Wali Kota Pariaman, Genius Umar, menjadi catatan menarik dalam dinamika pemerintahan dan politik di Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Genius dikenal memiliki latar belakang birokrasi. Kariernya dimulai sebagai aparatur sipil negara (ASN), kemudian menapaki jenjang jabatan pemerintahan hingga berkiprah di lingkungan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Senayan, Jakarta.

Perjalanan tersebut mengantarkannya ke panggung politik Kota Pariaman.

Dari Wakil Wali Kota hingga Memimpin Pariaman

Dalam perjalanan politiknya, Genius Umar pernah mendampingi Mukhlis Rahman sebagai Wakil Wali Kota Pariaman. Keduanya memimpin Kota Pariaman selama satu periode.

Setelah itu, Genius Umar maju sebagai calon wali kota berpasangan dengan Mardison Mahyuddin. Pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada dan memimpin Kota Pariaman.

Di bawah kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik menjadi bagian penting dari perjalanan pemerintahan Kota Pariaman. Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah pembangunan Pasar Rakyat Pariaman yang megah dan bertingkat, dengan dukungan anggaran pemerintah pusat.

Namun, proyek besar yang menggunakan uang negara tidak cukup hanya dinilai dari kemegahan bangunan. Kualitas pekerjaan, ketepatan pelaksanaan, pemeliharaan, dan pertanggungjawaban anggaran juga harus menjadi perhatian publik.

Pasar Rakyat dan Hubungan dengan Media

Pembangunan Pasar Rakyat Pariaman disebut diresmikan pada 2021 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Dalam perkembangannya, muncul pemberitaan mengenai kebocoran bangunan pasar yang perlu ditelusuri berdasarkan dokumen proyek, hasil pemeriksaan teknis, dan keterangan pihak terkait.

Afridon, wartawan Beritaeditorial.com, mengungkapkan bahwa hubungan kerja sama media dengan Pemerintah Kota Pariaman pernah mengalami persoalan. Menurut penuturannya, setelah dirinya menghubungi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika serta pejabat bidang Informasi dan Komunikasi Publik, kerja sama media tersebut dinyatakan diputus.

Afridon menilai hubungan pemerintah daerah dengan wartawan semestinya dibangun atas dasar profesionalisme, keterbukaan, dan saling menghormati.

Kritik media merupakan bagian dari kontrol sosial. Pemerintah boleh berbeda pandangan dengan wartawan, tetapi akses informasi dan kemitraan publikasi semestinya tetap dikelola secara transparan dan sesuai ketentuan.

Meski demikian, alasan resmi pemutusan kerja sama tersebut perlu dikonfirmasi kepada pihak Pemerintah Kota Pariaman agar persoalan ini diberitakan secara berimbang.

Kekalahan dalam Pilkada dan Perubahan Peta Politik

Setelah masa kepemimpinannya, Genius Umar kembali mengikuti kontestasi politik dengan keyakinan untuk meraih kemenangan. Namun, hasil pemilihan tidak berpihak kepadanya.

Pasangan Yota Balad dan Mulyadi  keluar sebagai pemenang. Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa dukungan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pengalaman birokrasi dan rekam jejak pembangunan, tetapi juga oleh kepercayaan pemilih terhadap calon pemimpin.

Dalam demokrasi, jabatan merupakan amanah yang memiliki batas waktu. Penilaian masyarakat terhadap seorang pemimpin akan terus berlangsung, bahkan setelah masa jabatannya berakhir.

Kasus Septic Tank Menjadi Sorotan

Kini, nama Genius Umar kembali menjadi perhatian terkait perkara proyek septic tank yang disebut berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pada 2023.

Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada redaksi, perkara tersebut dikaitkan dengan dugaan kerugian negara sekitar Rp1,2 miliar dan disebut telah menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Genius Umar dikabarkan dimintai keterangan dalam perkara tersebut. Namun, status hukum, kapasitas pemeriksaan, serta kaitan dirinya dengan perkara itu harus dipastikan melalui keterangan resmi aparat penegak hukum dan dokumen penyidikan.

Dimintai keterangan tidak otomatis berarti seseorang bersalah.

Penetapan tersangka terhadap pihak lain juga tidak serta-merta membuktikan keterlibatan seseorang yang belum dinyatakan berstatus tersangka.

Aparat penegak hukum perlu menjelaskan perkembangan perkara secara transparan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak terjebak pada spekulasi.

Ujian Integritas dan Keterbukaan

Perjalanan Genius Umar menunjukkan bahwa karier birokrasi, kekuasaan politik, pembangunan, dan kepercayaan publik merupakan bagian yang saling berkaitan.

Bagi seorang mantan kepala daerah, warisan kepemimpinan tidak hanya diukur dari bangunan megah atau program pembangunan. Transparansi, kualitas pelayanan publik, keterbukaan terhadap kritik, dan pertanggungjawaban penggunaan uang negara juga menjadi ukuran penting.

Pada akhirnya, masyarakat berhak mengetahui bagaimana proyek pemerintah dilaksanakan dan bagaimana setiap dugaan penyimpangan ditangani. Namun, semua penilaian harus didasarkan pada fakta, dokumen, dan proses hukum yang berlaku.

** tim

Posting Komentar

0 Komentar