Rp6,21 Miliar untuk Pembangunan Jembatan

 

Jurnalis Beritaeditorial.com  Afridon  kegiatan pembangunan jembatan dengan nama paket Pembangunan Jembatan Manual P. Pekerjaan tercantum dalam kontrak Nomor 620/38/KTR/PMBJBT-MNGOL-BW/2026, tertanggal 7 April 2026.

Tanah.Datar.Editor  — Pembangunan jembatan yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang menjadi perhatian publik. Proyek yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun Anggaran 2026 itu memiliki nilai kontrak mencapai Rp6.210.229.551.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan pembangunan jembatan dengan nama paket Pembangunan Jembatan Manual P. Pekerjaan tercantum dalam kontrak Nomor 620/38/KTR/PMBJBT-MNGOL-BW/2026, tertanggal 7 April 2026.

Masa pelaksanaan proyek ditetapkan selama 210 hari kalender. Sementara sumber dananya berasal dari PAD melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun Anggaran 2026.


Dalam papan informasi proyek juga tercantum CV Barcelona Konstruksi sebagai kontraktor pelaksana dan PT Askon Multi Jasa sebagai konsultan supervisi.


Nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp6,2 miliar membuat aspek keterbukaan informasi, kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta pengawasan menjadi bagian penting yang patut diketahui masyarakat.

Apalagi, dana yang digunakan berasal dari penerimaan pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan di lapangan semestinya berjalan sesuai kontrak, spesifikasi teknis dan ketentuan pengadaan pemerintah.

Publik juga berhak mengetahui perkembangan pekerjaan, progres fisik, target penyelesaian, serta bentuk pengawasan yang dilakukan terhadap proyek tersebut.
Selain kualitas konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi aspek penting selama pekerjaan berlangsung. Papan proyek sendiri mencantumkan imbauan “Utamakan Keselamatan & Kesehatan Kerja.”

Untuk memastikan informasi secara utuh, pihak terkait perlu memberikan penjelasan mengenai progres pekerjaan, lokasi dan kondisi pembangunan jembatan, realisasi anggaran, serta pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.
Keterbukaan tersebut penting agar penggunaan anggaran publik sebesar Rp6,21 miliar dapat diketahui masyarakat secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan


**.Afridon 



Posting Komentar

0 Komentar