![]() |
| Nandya Karya disebut belum dikirim ke lokasi. |
PADANG.Editor — Pelaksanaan pengerukan sedimen terus dilakukan di kawasan yang menjadi lokasi penanganan sedimen di Kota Padang, Sumatera Barat. Pekerjaan tersebut dilaksanakan PT Nandya Karya dengan dukungan tiga unit alat berat.
Fitra, yang terlibat dalam pelaksanaan lapangan, mengatakan pengerukan sedimen mulai dilakukan sejak 15 September 2026. Dalam pelaksanaannya, sedimen yang berhasil dikeruk kemudian dikeluarkan menggunakan truk.
“Sehari sekitar 15 truk mengeluarkan sedimen,” ujar Fitra, Selasa (29/9/2026).
Menurut Fitra, pekerjaan lapangan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan tiga unit excavator. Satu unit berada di bagian atas, sedangkan dua unit lainnya bekerja di bagian bawah lokasi pengerukan.
Koordinasi pekerjaan dilakukan bersama pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (Dispasal) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang.
Fitra menegaskan, pengangkutan sedimen dilakukan sesuai koordinasi pihak terkait. Ia menyebut tidak ada pengangkutan yang dilakukan di luar pihak yang telah ditentukan.
“Tidak ada yang dibawa selain Dispasal dan Kejaksaan,” katanya.
Sementara itu, terkait identitas dan informasi pekerjaan di lapangan, plang nama PT Nandya Karya disebut belum dikirim ke lokasi.
Erka disebut sebagai penanggung jawab dari PT Nandya Karya dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Pelaksanaan pengerukan ini masih menjadi perhatian karena menyangkut proses pengangkutan dan pembuangan material sedimen.
**Afridon


0 Komentar