Pagar TPU Tunggul Hitam Rp3,3 Miliar Jadi Sorotan, Pondasi Lama Disebut Masih Layak

 

Pondasi lama Sejak.1970.masih di.Pakai 
Yang terpasang di bayar

PADANG Editor — Proyek peningkatan pagar keliling Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kota Padang, dengan nilai kontrak Rp3.307.903.676 atau sekitar Rp3,3 miliar, menjadi perhatian publik.

Proyek yang dilaksanakan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati.

Berdasarkan dokumen kontrak, pekerjaan tercantum dalam kontrak Nomor 600,4/06/PGR.TPU/PPK05-DLH/XII/2026, yang ditandatangani pada 13 Juli 2026. Sumber anggaran berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) TKD Tahun Anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Dalam paket pekerjaan tersebut, CV Anindia Dirgantara Indo tercatat sebagai kontraktor pelaksana, sementara CV Jaya Permai Consultant bertindak sebagai konsultan.

Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, S.T., M.T., saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, nanti  sama saya koordinasi  Kamis (13/8/2026), 

Sementara itu, di lokasi pelaksa pekerjaan, Rido, salah seorang tukang, mengatakan pondasi pagar lama yang dibangun sekitar tahun 1970 masih dalam kondisi kokoh dan dinilai masih layak digunakan.

“Pondasi lama yang dibuat sejak tahun 1970 masih layak dipakai, jadi tidak perlu dibongkar,” ujar Rido dengan tegas kepada Beritaeditorial.com di lokasi pekerjaan, Kamis (13/8/2026).

Rido juga menyebut kondisi pondasi lama masih kuat sehingga dapat dimanfaatkan dalam pekerjaan peningkatan pagar.

Namun, untuk memastikan pondasi lama benar-benar memenuhi persyaratan teknis dan aman digunakan kembali, diperlukan pemeriksaan oleh tenaga teknis serta pencocokan dengan gambar kerja, RKS, RAB, volume kontrak dan spesifikasi teknis.

Mutu Pekerjaan Jadi Perhatian

Dengan nilai kontrak mencapai Rp3,3 miliar, kualitas pekerjaan menjadi hal penting yang perlu diawasi. Pemeriksaan tidak hanya melihat hasil akhir pagar, tetapi juga kesesuaian volume dan material dengan dokumen kontrak.


Pada pekerjaan pagar beton, kondisi beton, tulangan besi, ukuran kolom, jarak antar kolom, kekuatan pondasi serta proses perawatan beton perlu diperhatikan.


Beton yang baik semestinya tidak mudah rontok, tidak keropos dan tidak menunjukkan retakan yang mengindikasikan persoalan konstruksi. Sementara ukuran dan posisi tulangan harus sesuai gambar serta spesifikasi teknis.

Untuk memastikan mutu secara objektif,


 pemeriksaan dapat diperkuat dengan dokumen pekerjaan dan hasil pengujian mutu beton apabila dipersyaratkan dalam kontrak.

Transparansi Anggaran Diharapkan

Proyek peningkatan pagar TPU Tunggul Hitam menggunakan anggaran daerah dalam jumlah cukup besar. Karena itu, transparansi pelaksanaan menjadi penting agar pekerjaan yang dibayarkan benar-benar sesuai dengan volume yang terpasang dan spesifikasi yang telah ditetapkan.


Masyarakat juga berkepentingan mengetahui bahwa setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif dan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Selain mutu konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pekerja juga perlu menjadi perhatian selama proyek berlangsung.

Dengan pengawasan yang baik dari pihak terkait, proyek pagar TPU Tunggul Hitam diharapkan selesai tepat waktu, sesuai kontrak, memenuhi standar teknis, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi pengelolaan kawasan TPU.


** Afridon 

Posting Komentar

0 Komentar