Ronaldo Tegaskan Lapas Padang Terbuka untuk Aspirasi Publik

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang, Ronaldo Devinci Talesa, menegaskan pihaknya tidak anti kritik dan selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi

 

Padang Editor – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang, Ronaldo Devinci Talesa, menegaskan pihaknya tidak anti kritik dan selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, kritik dan masukan tersebut harus disampaikan secara tertib serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Ronaldo menyikapi informasi yang beredar terkait rencana aksi demonstrasi di depan Lapas Kelas IIA Padang pada Rabu (3/6/2026). Hingga siang hari, aksi yang disebut-sebut akan digelar tersebut tidak terlihat berlangsung.

“Ini sudah yang keenam kalinya ada informasi akan berlangsung aksi demonstrasi. Namun sampai pukul 12.31 WIB, belum ada pihak yang datang sebagaimana yang diinformasikan sebelumnya,” kata Ronaldo saat ditemui wartawan di kantornya.

Meski demikian, Ronaldo menegaskan bahwa Lapas Kelas IIA Padang menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Sebagai institusi pelayanan publik, pihaknya tidak pernah menutup diri terhadap kritik maupun pengawasan masyarakat.

Menurutnya, kritik yang konstruktif justru menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami sangat terbuka menerima kritik. Silakan sampaikan aspirasi dengan cara yang baik, santun, dan tidak melanggar aturan. Kritik bagi kami adalah masukan berharga untuk bekerja lebih baik,” tegasnya.

Sebagai pimpinan lembaga pemasyarakatan, Ronaldo menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab menjaga marwah institusi sekaligus melindungi seluruh petugas yang menjalankan tugas negara. Karena itu, setiap bentuk penyampaian aspirasi diharapkan berlangsung damai dan sesuai mekanisme yang berlaku.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejak dipercaya memimpin Lapas Kelas IIA Padang beberapa bulan lalu, fokus utama yang dijalankannya adalah memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara konsisten.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen membangun lembaga pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

“Kami memperkuat kelembagaan dengan penerapan SOP yang ketat. Jika ada perubahan dari kebiasaan lama dan membuat sebagian pihak merasa kurang nyaman, itu semata-mata karena kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Terkait informasi demonstrasi yang beredar, Ronaldo mengaku belum mengetahui secara pasti identitas kelompok yang disebut akan melakukan aksi. Pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan informasi tersebut.

“Setelah menerima surat pemberitahuan, kami melakukan pengecekan ke Kesbangpol. Namun informasi mengenai aksi tersebut tidak ditemukan dalam data yang ada. Sampai saat ini kami juga belum mengetahui secara pasti siapa pihak yang dimaksud,” katanya.

Terlepas dari polemik yang berkembang, Ronaldo memastikan Lapas Kelas IIA Padang akan tetap mengedepankan prinsip keterbukaan, transparansi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.

Menurutnya, kritik, pengawasan, dan partisipasi masyarakat merupakan bagian dari proses yang sehat dalam membangun institusi yang semakin dipercaya publik.

“Yang terpenting, semua berjalan sesuai aturan. Kami akan terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan serta pembinaan demi mewujudkan Lapas yang profesional dan berintegritas,” pungkasnya.


**Afridon



Posting Komentar

0 Komentar