![]() |
| Komitmen memperjuangkan nasib petani kembali ditegaskan Ketua DPRD Padang Pariaman saat berdialog langsung dengan ratusan petani kakao di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, |
PADANG PARIAMAN Editor – Komitmen memperjuangkan nasib petani kembali ditegaskan Ketua DPRD Padang Pariaman saat berdialog langsung dengan ratusan petani kakao di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kamis (14/5/2026). Pertemuan yang digelar dalam masa reses sidang II tahun 2026 itu menjadi wadah bagi petani menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menghambat peningkatan produksi dan kesejahteraan mereka.
Dalam suasana penuh keakraban, para petani mengungkapkan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari tanaman kakao yang sudah tua dan tidak produktif, serangan hama dan penyakit, sulitnya memperoleh bibit unggul, hingga keterbatasan pupuk bersubsidi dan pendampingan teknis di lapangan.
Tak hanya itu, kondisi jalan usaha tani yang rusak serta lemahnya posisi tawar petani terhadap pengepul juga menjadi keluhan utama yang disampaikan. Akibatnya, hasil panen yang diperoleh belum mampu memberikan nilai ekonomi yang maksimal bagi para petani.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua DPRD Padang Pariaman menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi prioritas dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran daerah. Ia menilai sektor kakao memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat pedesaan sehingga perlu mendapat perhatian serius.
Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRD menyiapkan lima langkah perjuangan yang akan dikawal bersama pemerintah daerah. Pertama, mendorong program peremajaan tanaman kakao dan penyediaan bibit unggul bersertifikat. Kedua, meningkatkan pendampingan dan pelatihan teknis bagi petani agar kualitas produksi semakin baik.
Ketiga, memperjuangkan perbaikan jalan usaha tani guna memperlancar distribusi hasil panen. Keempat, memfasilitasi kemitraan antara petani dan pelaku usaha agar tercipta sistem pemasaran yang lebih adil. Kelima, memperketat pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi dan bantuan pertanian agar tepat sasaran.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada kerja keras petani, tetapi juga dukungan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Karena itu, DPRD akan terus mengawal setiap aspirasi yang telah disampaikan agar tidak berhenti sebatas diskusi.
"Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi momentum untuk mendengar langsung suara rakyat dan memastikan setiap kebutuhan masyarakat mendapat perhatian yang layak," tegasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sektor perkebunan kakao di V Koto Kampung Dalam sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat Padang Pariaman
**Afridon.


0 Komentar