![]() |
| Gema takbir yang berkumandang dari masjid dan surau di seluruh penjuru Kabupaten Padang Pariaman mewarnai malam takbiran Iduladha 1447 |
PADANG PARIAMAN. Editor — Gema takbir yang berkumandang dari masjid dan surau di seluruh penjuru Kabupaten Padang Pariaman mewarnai malam takbiran Iduladha 1447 Hijriah dengan suasana penuh khidmat, religius, dan kebersamaan. Momentum menyambut hari besar umat Islam itu dimanfaatkan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis untuk mengajak masyarakat memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta memperkokoh semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Di tengah lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema, John Kenedy Azis menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan dan pelaksanaan ibadah kurban. Lebih dari itu, Iduladha mengandung pesan besar tentang pengorbanan, keikhlasan, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Persatuan dan kebersamaan adalah modal utama dalam membangun daerah. Dengan menjaga silaturahmi, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan bersama, berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara lebih kuat dan efektif,” ujar John Kenedy Azis.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Iduladha sangat relevan dengan upaya membangun Padang Pariaman yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Semangat berkurban mengajarkan pentingnya mendahulukan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Malam takbiran juga menjadi bukti eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Tingginya partisipasi warga dalam berbagai kegiatan keagamaan menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat Padang Pariaman.
Selain mengajak masyarakat mempererat persaudaraan, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian perayaan Iduladha berlangsung. Ia menilai suasana yang aman dan kondusif merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus terjaga dengan baik.
“Iduladha harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial. Mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menjaga kerukunan yang telah menjadi budaya masyarakat Padang Pariaman,” katanya.
Di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan sosial yang muncul, John Kenedy Azis menilai semangat gotong royong dan kebersamaan harus terus dipertahankan sebagai identitas masyarakat Minangkabau. Budaya saling membantu dan menghargai perbedaan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, pemuda, serta aparat keamanan yang telah berperan menjaga kondusivitas,, daerah sehingga masyarakat dapat menyambut Hari Raya Iduladha dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.
Malam takbiran yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut menjadi simbol kuatnya persatuan umat dan semangat kebersamaan masyarakat Padang Pariaman. Pemerintah daerah berharap nilai-nilai Iduladha tidak berhenti pada perayaan semata, tetapi menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, mempererat persaudaraan, serta mendorong kemajuan daerah menuju masa depan yang lebih baik.
Dengan semangat takbir yang menggema di seluruh pelosok daerah, masyarakat Padang Pariaman diajak menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat persatuan, menumbuhkan solidaritas sosial, dan memperkokoh budaya gotong royong demi terwujudnya daerah yang maju, sejahtera, dan penuh keberkahan.
** Afridon


0 Komentar