![]() |
| Penyelidikan kasus dugaan pembunuhan di Kafe Damarus, Kota Padang, memasuki babak baru. Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang kini mengantongi 11 rekaman CCTV |
Padang.Editor – Penyelidikan kasus dugaan pembunuhan di Kafe Damarus, Kota Padang, memasuki babak baru. Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang kini mengantongi 11 rekaman CCTV yang diyakini menjadi bukti krusial dalam mengungkap rangkaian kejadian tragis tersebut.
Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, mengatakan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan menyeluruh pada Selasa (7/4/2026). Proses tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin.
“Tim melakukan penggeledahan di TKP awal dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian di Kafe Damarus,” ujar Ryan, Rabu (8/4/2026) malam.
Telusuri Kronologi Lengkap Sejak Pertemuan Pelaku dan Korban
Ryan menjelaskan, penyidik tidak hanya fokus pada titik utama kejadian. Tim juga menyusun ulang rangkaian kronologi sejak awal pertemuan pelaku dan korban hingga aksi kekerasan terjadi.
“Kami mengidentifikasi alur peristiwa dari awal kedatangan pelaku dan korban sampai terjadinya tindak pidana,” katanya.
Dari hasil penelusuran, polisi menemukan sekitar 11 titik kamera pengawas di sekitar lokasi yang merekam aktivitas menjelang dan saat kejadian.
“Semua rekaman ini sedang kami dalami untuk kepentingan penyelidikan,” tambah Ryan.
Kejadian Dipastikan Terjadi di Dalam Area Tempat Hiburan
Berdasarkan pencocokan barang bukti dan keterangan pelaku, polisi memastikan aksi penganiayaan yang berujung kematian itu terjadi di dalam ruangan area hiburan malam.
“Dari hasil pemeriksaan awal dan kecocokan barang bukti, kejadian tersebut berlangsung di dalam tempat hiburan itu,” jelas Ryan.
Lokasi Dipasang Garis Polisi
Untuk memastikan keaslian barang bukti, polisi menetapkan lokasi sebagai status quo dan memasang garis polisi. Area tersebut kini sepenuhnya steril dari aktivitas publik.
Hingga kini, penyidik Satreskrim Polresta Padang masih mendalami rekaman CCTV serta memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat konstruksi hukum dalam kasus ini.
**Afridon


0 Komentar