Jembatan Kayu Gadang Kembali Telan Korban, Warga Desak Perbaikan

 

Jembatan Kayu Gadang di Korong Kayu Gadang, Kecamatan Lubuk Alung, kembali menelan korban. Seorang pengendara motor, Jafri (47), bersama dua anaknya Faizul (12) dan Sazia (9), 

Padang Pariaman.Editor – Jembatan Kayu Gadang di Korong Kayu Gadang, Kecamatan Lubuk Alung, kembali menelan korban. Seorang pengendara motor, Jafri (47), bersama dua anaknya Faizul (12) dan Sazia (9), terjun ke sungai akibat kondisi jembatan yang sudah lama runtuh dan tak kunjung diperbaiki

Peristiwa itu terjadi Minggu (26/4) siang. Menurut Sekretaris Nagari Lubuk Alung (nonaktif), Landi, insiden ini merupakan kejadian keempat sejak jembatan itu ambruk lebih dari tiga setengah tahun lalu.

“Sudah empat kali orang jatuh sejak jembatan runtuh. Ini jalur vital, tapi belum juga diperbaiki,” tegas Landi.

Ia berharap pemerintah pusat kembali mengucurkan anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut, mengingat fungsinya sebagai akses utama masyarakat Sikabu dan Lubuk Alung Timur menuju sekolah, pasar, dan pusat pemerintahan.

Akses Warga Terganggu, Harus Memutar 15 Kilometer

Selama jembatan belum dibangun, warga terpaksa memutar hingga 15 kilometer, padahal jika jembatan berfungsi normal, jarak hanya sekitar 5 kilometer.

Kabar baiknya, persoalan pembebasan lahan yang sempat menjadi syarat pembangunan kini telah selesai. Pemilik tanah disebut sudah bersedia melepas lahan. Balai Wilayah Sungai (BWS) juga telah meninjau lokasi.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun kembali,” harap Landi.

Korban Alami Patah Tulang

Jafri dan kedua anaknya sempat dilarikan ke RSUD Padang Pariaman. Jafri sudah mulai pulih, namun putrinya Sazia mengalami tiga patah tulang di bagian lengan dan tubuh. Keluarga memilih menjalani pengobatan alternatif menggunakan metode urut tradisional.

“Kami berharap jembatan segera diperbaiki. Mohon doanya untuk kesembuhan anak saya,” ujar Jafri.

Warga menegaskan, sebelum ada korban jiwa, pemerintah harus segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jembatan Kayu Gadang yang menjadi nadi pergerakan masyarakat setempat.


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar