![]() |
| Humas Lebih Sibuk Video Call |
PADANG.Editor—Proyek penanggulangan pascabencana di kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumatera Barat, kembali memicu pertanyaan serius. Pada Sabtu (18/4/2026), tim redaksi menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan yang seharusnya berfokus pada pemasangan batu bronjol untuk penguatan tebing sungai.
Alih-alih terlihat adanya progres pembangunan, aktivitas di lapangan justru memperlihatkan apa yang disebut sebagai “tukar ukur”, tanpa adanya material atau proses konstruksi signifikan yang biasanya terlihat dalam proyek mitigasi bencana.
Rahman, Humas kegiatan proyek, saat dikonfirmasi hanya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut adalah proyek pascabencana yang mulai dikerjakan pada Januari dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 202
Minim Penjelasan dari Petugas Lapangan
Marudut, petugas yang disebut menangani bagian tukar ukur, memilih irit bicara saat dimintai keterangan. Ia menyarankan agar wartawan menanyakan detail teknis kepada Radit, petugas lapangan lain yang disebut mengetahui lebih banyak
Upaya untuk menggali informasi pun tak berjalan lancar. Saat nomor kontak Radit diminta kepada pihak proyek, tidak ada kejelasan yang diberikan
Humas Lebih Sibuk Video Call
Rahman, Humas kegiatan proyek, saat dikonfirmasi hanya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut adalah proyek pascabencana yang mulai dikerjakan pada Januari dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026. Ia juga menyebut proyek baru saja ditenderkan ke pihak perusahaan, sementara dirinya hanya bertugas menjaga lokasi.
Namun suasana berubah janggal ketika wartawan meminta klarifikasi lanjutan. Alih-alih memberikan informasi tambahan, Rahman terlihat lebih fokus melakukan video call dengan seseorang bernama Jum, yang disebut-sebut memiliki peran penting dalam kegiatan proyek
Ketika wartawan mencoba menghubungi Jum, telepon tidak diangkat. Upaya konfirmasi pun kembali buntu.
Transparansi Dipertanyakan, Pengawasan Lemah?
Minimnya komunikasi dari pihak proyek membuat dugaan ketidaksesuaian pekerjaan semakin menguat. Masyarakat setempat yang ditemui di sekitar lokasi juga mempertanyakan lambatnya progres, mengingat proyek ini menyangkut keselamatan mereka dari potensi longsor dan banjir susulan.
Tidak adanya kejelasan mengenai:
Tahapan pekerjaan,
Siapa pelaksana resmi di lapangan,
Dan kenapa aktivitas konstruksi nyaris tidak terlihat,
membuka ruang spekulasi soal lemahnya pengawasan dan potensi penyimpangan anggaran.
Masyarakat Minta Instansi Terkait Turun Tangan
Penggunaan anggaran penanggulangan bencana selalu menjadi sorotan karena sifatnya yang darurat dan vital. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dan lembaga pengawas segera melakukan inspeksi langsung untuk memastikan proyek berjalan sesuai prosedur dan anggaran tidak diselewengkan.
Sejauh ini, pihak proyek belum memberikan klarifikasi resmi mengenai temuan di lapangan dan alasan di balik minimnya aktivitas pembangunan.
**Afridon


0 Komentar