![]() |
Jakarta Editor- Sosok Rismon Hasiholan Sianipar kembali menyedot perhatian publik setelah tiba-tiba mengubah sikapnya terkait polemik keaslian ijazah Presiden Jokowi. Setelah sebelumnya lantang meragukan dan menantang pemerintah, kini Rismon justru menyatakan hasil penelitian terbarunya menyimpulkan bahwa ijazah tersebut asli.
Tidak berhenti di situ, ia juga menyampaikan permintaan maaf terbuka serta mengajukan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice. Langkah dramatis itu sontak memunculkan gelombang reaksi dan berbagai spekulasi.
Perubahan mendadak ini terjadi di tengah proses hukum di Polda Metro Jaya yang masih berjalan. Publik pun ramai menduga adanya faktor lain yang mempengaruhi keputusan Rismon. Salah satu isu liar yang beredar adalah dugaan “aliran dana besar”, meski hingga kini tidak ada bukti hukum yang menguatkan klaim tersebut.
Situasi makin memanas setelah pengacara kondang Hotman Paris turut bersuara. Komentar emosional Hotman di media sosial membuat polemik ini semakin menjadi sorotan nasional dan menambah dimensi baru dalam perdebatan yang sudah sensitif sejak awal.
Kini publik menunggu jawaban:
Apakah perubahan sikap Rismon murni karena temuan penelitian terbaru?
Ataukah langkah taktis untuk meredam tekanan hukum yang terus menghimpitnya?
Proses hukum yang masih berjalan akan menjadi panggung penentu. Untuk sementara, kasus ini memperlihatkan betapa rapuhnya batas antara hukum, politik, dan opini publik di Indonesia.
**


0 Komentar