Pelaku PETI Sawahlunto Kocar-Kacir Diburu Ditreskrimsus

 

Padang - Editor- Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Andry Kurniawan, S.IK, M.Hum, kini menjadi nama yang paling ditakuti para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sumbar. Ketegasannya dalam memutus aktivitas tambang ilegal membuat banyak pelaku memilih kabur sebelum mendapat “salam pembuka” dari tim Ditreskrimsus.minggu 29  Maret 2026

Aksi Tegas, Pelaku PETI Tunggang-Langgang

Di bawah komandonya, beberapa titik PETI berhasil ditertibkan. Penindakan yang dilakukan tanpa kompromi itu membuat aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah seperti Kota Sawahlunto, Solok, Sijunjung, Dharmasraya, hingga Pasaman Barat mulai tertekan.

Namun demikian, desakan publik tetap mengalir. Sejumlah pihak meminta Polda Sumbar tak berhenti pada operasi-operasi awal, sebab aktivitas PETI masih disinyalir muncul di beberapa kawasan terpencil.

Aktivis Lingkungan Mendesak Penindakan Menyeluruh

Dari sisi lain, para pegiat lingkungan termasuk dari unsur Walhi, terus menyuarakan kampanye keadilan ekologis. Mereka menilai PETI menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan yang memicu bencana seperti longsor dan galodo—dua jenis bencana yang beberapa waktu terakhir menimbulkan korban signifikan di Sumatera Barat.

Dalam berbagai dialog televisi lokal, termasuk di Padang TV, aktivis mengingatkan bahwa penindakan PETI tak boleh tebang pilih dan harus menyentuh semua pihak yang bermain di balik layar.

Andry Kurniawan Tak Banyak Bicara, Lebih Banyak Bekerja

Saat dikonfirmasi Beritaeditorial.com terkait reputasinya sebagai sosok yang paling ditakuti pelaku PETI, Kombes Pol Andry Kurniawan tidak ingin berlebihan menanggapi. Ia hanya memberikan jawaban singkat, menunjukkan bahwa dirinya lebih memilih bekerja dibanding bersorak.

Sikapnya itu selaras dengan gaya kepemimpinan yang dikenal senyap namun efektif. Ia tak butuh banyak pernyataan; hasil kerjanya sudah bicara.


**


Posting Komentar

0 Komentar