Proyek KNMP Katapiang Disorot: Kontrak Habis, Mutu Pekerjaan Dipertanyakan

 

Proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, kembali menuai kritik keras. Program bernilai lebih dari Rp13,1 miliar


Padang Pariaman,Editor — Proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, kembali menuai kritik keras. Program bernilai lebih dari Rp13,1 miliar yang digagas di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai tidak memenuhi standar kualitas, meski masa kontraknya telah berakhir sejak Desember 2025.

Di lokasi, berbagai kejanggalan terlihat mencolok. Plesteran dinding bergelombang, beton belum terlapisi sempurna, hingga tiang bangunan bengkel yang miring sehingga membuat pemasangan rolling door tampak timpang. Pekerjaan drainase pun belum diselesaikan, sementara sejumlah item finishing terkesan terbengkalai.

Proyek yang dikerjakan PT Indopenta Bumi Permai itu kini dipertanyakan pengawasan dan kualitasnya

Ketua Koperasi dan Wali Korong Angkat Suara

Ketua Koperasi KNMP Katapiang, Rio Eka Putra, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui di sela aksi pemblokiran akses masuk kawasan KNMP, Kamis (19/2/2026).

“Saya berharap pekerjaan ini dituntaskan dulu. Jangan sampai ada yang diserahterimakan dalam kondisi tidak sempurna,” tegas Rio.

Ia menolak menerima pekerjaan yang belum rapi, karena khawatir bakal menimbulkan beban biaya perbaikan setelah serah terima.

Sementara itu, Wali Korong Simpang Nagari Katapiang, Syaid Efendi, menilai proyek tersebut perlu ditinjau ulang.

“Ini harus dikaji. Apakah pencairan anggaran sudah sesuai progres? Proyek ini sudah masuk masa denda dan berjalan lama,” ujarnya.

Aktivis Antikorupsi Desak Audit Investigatif

Sorotan tajam juga datang dari aktivis Lembaga Reclasering Indonesia (LRI), Bader Syamsu. Ia meminta Aparat Penegak Hukum segera melakukan audit investigatif atas dugaan penyimpangan anggaran.

“Nilainya besar. Kondisi seperti ini harus diusut. APH wajib turun untuk memastikan tidak ada praktik KKN,” tegasnya.

Kontraktor dan PPK Bungkam

Upaya konfirmasi kepada pihak pelaksana belum membuahkan hasil. Ramson Simanullang, Project Manager PT Indopenta Bumi Permai, tak merespons panggilan maupun pesan tertulis. Begitu pula Bayu Eko Wibowo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KNMP, yang hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban.

Jurnalis masih menunggu klarifikasi untuk menjaga keberimbangan informasi publik.

Proyek Strategis yang Kini Jadi Polemik

Proyek KNMP mulai dikerjakan sejak 19 September 2025 dan mencakup dua lokasi: Padang Sari Kota Padang dan Desa Katapiang, Padang Pariaman. Program ini awalnya bertujuan memperkuat rantai distribusi hasil tangkap nelayan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Namun kondisi di lapangan membuat publik khawatir tujuan mulia itu berubah menjadi polemik berkepanjangan jika pengawasan tidak diperketat.


**Afridon



Posting Komentar

0 Komentar