Panda Nababan: Wartawan Tajam yang Menjadi Politisi Berpengaruh

 

Panda Nababan, wartawan senior yang kini berusia 82 tahun Bersama Afridon (52 ) Wartawan Daerah Sumatera Barat di Banten Senin 9 Februari 2026 di Hari Pres  Nasional  

Banten Editor— Panda Nababan, wartawan senior yang kini berusia 82  tahun, tetap dikenang sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia jurnalistik Indonesia. Lahir di Siborong-borong, Tapanuli Utara, 13 Februari 1944, Panda menorehkan perjalanan panjang sebagai jurnalis kritis sebelum kemudian terjun ke dunia politik nasional Diskusi Hangat dengan Jurnalis  Beritaeditorial.com Afridon Daerah Sumatera Barat Senin 9 Februari 2026 

Perjalanan kariernya dimulai pada 1969 ketika ia menjadi wartawan di Warta Harian. Setahun kemudian, namanya semakin dikenal saat bergabung dengan Harian Sinar Harapan, tempat ia menghabiskan hampir dua dekade sebagai redaktur yang dikenal berani mengkritik kebijakan Orde Baru.

Tajam dalam analisis dan teguh memegang prinsip jurnalistik, Panda kemudian dipercaya menduduki berbagai jabatan penting di media nasional. Ia menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum Harian Prioritas, Kepala Litbang Media Indonesia, hingga Wakil Pemimpin Umum Majalah Forum Keadilan, salah satu media investigatif paling disegani pada awal 1990-an. Di Forum Keadilan, ia turut melahirkan banyak laporan investigatif tentang politik, hukum, dan korupsi yang mengguncang panggung nasional.

Atas keberaniannya di dunia pers, Panda menerima Hadiah Adinegoro pada 1976, penghargaan tertinggi bagi insan jurnalistik Indonesia.

Tidak hanya di ruang redaksi, Panda juga aktif di organisasi profesi. Ia tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1970–1975 dan menjadi bagian dari Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).

Pada era 1990-an, Panda memilih masuk ke dunia politik. Ia pernah menjadi Ketua DPC PDI Jakarta Timur, kemudian bergabung dengan PDI Perjuangan setelah Reformasi. Dari partai tersebut, ia terpilih menjadi Anggota DPR RI selama tiga periode (1999–2004, 2004–2009, dan 2009–2012). Ia juga dipercaya menduduki posisi strategis di parlemen, seperti Komisi III DPR RI, Badan Kehormatan DPR, dan sejumlah panitia khusus.

Meski sempat tersangkut kasus suap cek pelawat dan menjalani hukuman, Panda tetap dikenang sebagai figur yang vokal, keras, dan apa adanya—baik sebagai jurnalis maupun politisi.

Kini, di usia 88 tahun, nama Panda Nababan masih menjadi referensi penting bagi jurnalis muda yang belajar tentang keberanian, integritas, dan ketegasan dalam menulis.


**


Posting Komentar

0 Komentar