![]() |
| Sosok jurnalis televisi senior, Abang Tomy dari RCTI, kembali menunjukkan keteladanan di usia 70 tahun Bersama Jurnalis Beritaeditorial.com.Afridon Sabtu 21 Februari 2026 |
Padang, Editor— Sosok jurnalis televisi senior, Abang Tomy dari RCTI, kembali menunjukkan keteladanan di usia 70 tahun. Meski telah lama malang melintang di dunia jurnalistik dan kini lebih banyak fokus beribadah, dedikasinya sebagai insan pers masih terasa kuat hingga sekarang.
Pertemuan hangat terjadi pada Sabtu, 21 Februari 2026, ketika Abang Tomy melaksanakan shalat Asar berjemaah di Masjid Agung Nurul Iman, Padang Sumatera Barat hadir bersama para sahabat sesama jurnalis, di antaranya Darmen dan Afridon, dalam suasana penuh kekeluargaan menjelang bulan suci Ramadan.
Di mata rekan-rekan, Abang Tomy bukan hanya jurnalis senior, tetapi juga guru lapangan yang rendah hati. Ia dikenal dekat dengan Guspen Khairul, sama-sama tercatat sebagai perintis hadirnya televisi swasta RCTI di Sumatera Barat. “Abang Tomy banyak menulari ilmu sejak dulu, baik kepada jurnalis dari Jakarta maupun daerah,” ujar Afridon.
Sebelum berkecimpung di dunia televisi, Abang Tomy menghabiskan waktu panjang di media cetak, terutama di Harian Singgalang. Kini, kesehariannya lebih banyak diisi dengan ibadah di Masjid Nurul Iman, tempat ia sering bertemu rekan-rekan sesama pensiunan jurnalis.
Pada kesempatan itu, hadir juga Eko Yance, jurnalis senior spesialis lomba jurnalistik di Sumatera Barat yang masih aktif menulis di Harian Haluan. Pertemuan mereka mengingatkan kembali suasana hangat Hari Pers Nasional, saat Eko Yance, Uda Zul, dan Guspen Khairul kembali berkumpul sebagai sahabat seperjuangan.
“Kami generasi penerus kelahiran ’74 banyak belajar pola liputan dari senior seperti Abang Tomy. Beliau selalu menekankan: ikutlah etika, patuhi kode jurnalistik,” ungkap Afridon, sang “pena tajam”, mengenang wejangan yang selalu diulang Abang Tomy yang hari itu tampil sederhana dengan topi haji dan pakaian serba putih.
Keteladanan Abang Tomy menjadi pengingat bahwa jurnalisme bukan hanya soal karya dan pemberitaan, tetapi juga sikap, karakter, dan nilai hidup yang dibawa hingga akhir perjalanan.
**


0 Komentar