Banten.Editor — Provinsi Banten tidak hanya dikenal sebagai wilayah industri dan pariwisata, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang menjadikannya salah satu pusat kebudayaan kuat di Pulau Jawa. Nama Banten sendiri diyakini berasal dari beberapa makna, mulai dari “Bantahan/Bantoean”, “Ci Banten”, hingga tafsir adat sebagai tanah suci atau tanah yang diberkahi. Senin 2 Februari 2026 Pukul 11.17 Wib
Sejumlah peneliti bahasa Nusantara juga menyebut Banten bermakna tanah yang menonjol atau dataran yang menjadi pusat peradaban sejak masa Kesultanan Banten.
Di balik nama yang sarat makna itu, budaya Banten tumbuh dengan karakter kuat, religius, dan penuh nilai tradisi. Seni Debus, yang memperlihatkan atraksi kekebalan tubuh, menjadi ikon Banten yang dikenal hingga mancanegara. Begitu juga Silat Banten, yang melahirkan reputasi daerah ini sebagai tanah para jawara.
Tradisi Seba Baduy setiap tahun menegaskan hubungan adat Baduy dengan pemerintah sebagai simbol ketaatan dan harmoni. Sementara upacara Seren Taun dan musik tradisional seperti Terbang Gede serta Angklung Buhun memperkaya khazanah budaya masyarakat.
Warisan Kesultanan seperti Keraton Surosowan, Masjid Agung Banten, dan Benteng Speelwijk hingga kini menjadi saksi sejarah kejayaan Banten di masa lalu. Di sisi lain, kuliner khas seperti rabeg, sate bandeng, hingga kue jojorong tetap menjadi daya tarik wisatawan.
Dengan kombinasi tradisi kuat, identitas jawara, hingga budaya Baduy yang unik, Banten tampil sebagai provinsi dengan karakter yang tegas, religius, dan kaya warisan budaya—menjadikannya tetap dikenal dan diperhitungkan di tingkat nasional hingga internasional.
**


0 Komentar