Ruang Belajar Baru untuk Madrasah PHTC Sumbar Rampung

 

Di tengah cuaca ekstrem dan medan yang kerap menantang, komitmen negara untuk menghadirkan ruang belajar layak kembali dibuktikan.


Padang,Editor — Di tengah cuaca ekstrem dan medan yang kerap menantang, komitmen negara untuk menghadirkan ruang belajar layak kembali dibuktikan. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan Rehabilitasi dan Renovasi Prasarana Madrasah PHTC Provinsi Sumatera Barat Paket 1 dan 2.

Proyek yang dikerjakan Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PPS) Sumatera Barat itu dilaksanakan oleh PT Andica Parsaktian Abadi sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 28 Agustus 2025, dengan masa pekerjaan 126 hari kalender. Kini, pembangunan telah rampung dan memasuki tahap akhir berupa finishing serta perapian lapangan.

Project Manager PT Andica Parsaktian Abadi, Andry, memastikan seluruh bangunan yang direhabilitasi maupun yang dibangun baru sudah siap dimanfaatkan.

“Secara fisik semua sudah selesai. Bahkan bangunan MTsS Muhammadiyah Kurai Taji sudah siap digunakan siswa untuk belajar,” ujarnya di Padang.

Andry menceritakan tantangan besar yang mereka hadapi: bencana hidrometeorologi dan curah hujan ekstrem pada November lalu. Kondisi cuaca itu membuat akses jalan ke lokasi proyek terhambat, berdampak pada distribusi material.


Namun, situasi sulit tersebut dijawab dengan langkah cepat. Kontraktor menambah jam kerja malam, memperkuat jumlah tenaga, menambah peralatan, serta mengamankan stok material lebih awal.

“Alhamdulillah, dengan kerja keras, progres bisa kita kejar. Target kami sebelum akhir Januari seluruh pekerjaan benar-benar tuntas,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar menuntaskan bangunan, proyek ini menjadi bagian dari fokus besar Kementerian PU dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan layak. Revitalisasi madrasah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan efektif.

“Bangunan yang baik akan melahirkan suasana belajar yang nyaman. Semoga anak-anak bisa belajar dengan hati senang dan menyerap ilmu lebih optimal,” tambah Andry.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PPS Sumatera Barat, Ivan Setiadi, juga mengapresiasi kinerja kontraktor yang tetap menjaga progres pekerjaan di tengah tantangan cuaca.

“Kami berharap pekerjaan ini dirampungkan sepenuhnya. Sesuai aturan, jika melewati masa pelaksanaan, kontraktor tetap melanjutkan pekerjaan dengan konsekuensi denda,” tegasnya.

Kini, bangunan madrasah yang berdiri kokoh itu bukan sekadar dinding beton. Ia menjadi simbol kehadiran negara, tempat tumbuhnya mimpi-mimpi baru, dan ruang belajar bagi generasi yang kelak menjadi penopang masa depan bangsa.

Dari ruang kelas yang lebih layak, harapan pun dibangun setiap hari  bersama langkah-langkah kecil para siswa yang datang untuk menimba ilmu


** Afridon

Posting Komentar

0 Komentar