![]() |
| Provinsi Banten resmi berdiri pada 4 Oktober 2000 |
Serang, Editor— Provinsi Banten resmi berdiri pada 4 Oktober 2000 setelah pemerintah pusat mengesahkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten. Sejak saat itu, Banten menjadi provinsi ke-30 di Indonesia, memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat.
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir pada 9 Februari 2026 di Halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B Serang. Kehadirannya akan menjadi sorotan utama pada puncak peringatan HPN. |
Pembentukan provinsi baru ini merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat Banten sejak era 1950-an. Tokoh masyarakat, ulama, akademisi, hingga organisasi lokal terus mendorong pemekaran karena menilai wilayah Banten—yang memiliki sejarah besar Kesultanan Banten—membutuhkan perhatian pembangunan yang lebih proporsional. Jumat 16 Januari 2026 Pukul.16.57 Wib
“Banten memiliki identitas sosial budaya yang kuat, serta kebutuhan pemerataan pembangunan yang berbeda dengan Jawa Barat,” demikian salah satu pertimbangan resmi yang tertuang dalam UU 23/2000.
Penjabat Gubernur Pertama
Setelah resmi menjadi provinsi, pemerintah pusat menunjuk Drs. H. Chosnadi sebagai Penjabat Gubernur Banten periode 2000–2002. Ia bertugas membangun fondasi awal pemerintahan provinsi, termasuk pembentukan OPD dan penataan administrasi.
Gubernur Definitif Pertama
Melalui pemilihan di DPRD Banten, terpilih Dr. H. Djoko Munandar sebagai Gubernur Banten pertama untuk periode 2002–2006, dengan wakil gubernur Ratu Atut Chosiyah.
Penataan Wilayah
Provinsi Banten terdiri dari 4 kabupaten dan 4 kota, yaitu:
Kabupaten:
Pandeglang
Lebak
Serang
Tangerang
Kota:
Serang
Cilegon
Tangerang
Tangerang Selatan
Ibu Kota Provinsi Banten kemudian ditetapkan di Kota Serang sejak tahun 2007.
Warisan Sejarah Panjang
Banten dikenal memiliki jejak sejarah kuat sejak masa Kesultanan Banten (1526–1813), salah satu kerajaan Islam terbesar di Nusantara. Identitas inilah yang turut memperkuat aspirasi masyarakat untuk berdiri sebagai provinsi mandiri.
Kini, Banten berkembang sebagai pusat industri, perdagangan, dan kawasan pelabuhan strategis di barat Pulau Jawa.
**



0 Komentar