Akreditasi A: Prestasi Besar SMAN 2 Lubuk Alung di 2025

 

Kepala SMAN 2 Lubuk Alung Irwan Arnes, S.Pd., M.Pd.

Padang Pariaman. Editor — Setelah melewati proses panjang dan penilaian ketat dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM), SMAN 2 Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, akhirnya resmi meraih akreditasi A pada tahun 2025. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah tersebut.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh warga sekolah di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 2 Lubuk Alung Irwan Arnes, S.Pd., M.Pd. Dalam perbincangan hangat bersama wartawan di ruang kerjanya, Jumat (9/1/2026), Irwan menyebut proses menuju akreditasi A bukanlah perjalanan yang mudah.

“Ada empat aspek utama yang dinilai, yaitu kualitas pembelajaran, proses belajar mengajar di kelas, iklim sekolah, serta kepemimpinan kepala sekolah sebagai manajer. Semua harus memenuhi standar BAN-PDM,” jelasnya.

Dari Akreditasi B ke A: Hasil Pembenahan Menyeluruh

Sebelumnya, SMAN 2 Lubuk Alung menyandang akreditasi B dengan nilai 81. Melalui pembenahan sistem, peningkatan layanan pendidikan, dan konsistensi pelaksanaan standar mutu, sekolah akhirnya berhasil naik level ke akreditasi A.

“Alhamdulillah, predikat kita meningkat. Untuk nilai kuantitatif belum diumumkan, yang disampaikan baru nilai kualitasnya,” ujar Irwan.

Meski sertifikat resmi masih dalam proses penerbitan, dampak positifnya sudah terasa. Salah satunya, peluang siswa masuk perguruan tinggi meningkat signifikan.

“Kalau sebelumnya dengan akreditasi B kuota hanya 25 persen, kini dengan akreditasi A peluang naik menjadi 40 persen,” tegasnya.

Akreditasi Harus Dijaga, Bukan Sekadar Gelar

Irwan menegaskan bahwa predikat akreditasi A tidak boleh membuat sekolah lengah. Seluruh bukti fisik, praktik baik, dan standar mutu yang sudah diterapkan saat visitasi harus terus dijalankan.

“Kalau tidak konsisten memenuhi standar, akreditasi bisa turun. Ini tantangan besar bagi kami ke depan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, akreditasi dilakukan setiap lima tahun dengan evaluasi empat tahunan. Banyak sekolah memilih jalur otomasi agar nilai lama tetap berlaku, namun SMAN 2 Lubuk Alung memilih diverifikasi ulang demi peningkatan mutu.

“Kalau ikut otomasi, nilai kami tetap 81 atau B. Karena ingin naik, kami berani diverifikasi ulang,” ujarnya.

Ajak Guru dan Orang Tua Jaga Prestasi

Menutup pembicaraan, Irwan mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan (GTK), komite, orang tua siswa, dan seluruh keluarga besar sekolah agar terus menjaga capaian yang telah diraih.

“Minimal kita pertahankan, dan tentu harapan kita ke depan bisa lebih meningkat lagi,” pungkasnya.


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar