Proyek Pasie Nan Tigo Dikebut, Kualitas Tetap Prioritas

 

Padang,Editor— Aktivitas pembangunan di kawasan Pasie Nan Tigo, Kelurahan Pasia Nan Tiga, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terus berjalan tanpa jeda. Meski kerap diguyur hujan, Proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Pasie Nan Tigo tetap dikebut demi menghadirkan lingkungan yang lebih layak bagi warga.

Hingga pertengahan Desember 2025, progres fisik proyek telah mencapai 55 persen. Capaian tersebut masih terpaut minus dua persen dari target rencana kerja. Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PKP, Ali Asmi Zestra, saat ditemui wartawan, Selasa (16/12/2025).

“Rekanan menunjukkan keseriusan. Mereka menambah alat berat, memastikan material selalu tersedia, menambah tenaga kerja, bahkan menerapkan sistem lembur dan sif pekerjaan untuk mengejar ketertinggalan,” ujar Asmi.

Ia mengakui, kondisi cuaca menjadi tantangan utama di lapangan. Curah hujan yang tinggi kerap menghambat pekerjaan, terutama pada pembangunan jalan dan drainase. Namun demikian, komitmen untuk menyelesaikan proyek tetap menjadi prioritas.

“Kalaupun nantinya ada keterlambatan dan konsekuensi denda, pihak rekanan tetap bertekad menuntaskan pekerjaan. Yang utama, kualitas hasil tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.

Menurut Asmi, proyek ini tidak semata-mata soal persentase progres, melainkan tentang dampak nyata bagi masyarakat. Penataan jalan lingkungan, perbaikan drainase, serta program bedah rumah diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga Pasie Nan Tigo secara berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi peran media yang aktif mengawal jalannya proyek. “Kontrol sosial dari media sangat penting. Kritik dan informasi yang disampaikan menjadi pengingat bagi kami agar mutu pekerjaan tetap terjaga dan sesuai harapan publik,” katanya.

Proyek penataan Pasie Nan Tigo memiliki masa pelaksanaan selama 72 hari kalender, waktu yang relatif singkat untuk pekerjaan fisik yang cukup kompleks. Kondisi ini tak lepas dari proses tender yang baru rampung pada Oktober 2025, dengan penandatanganan kontrak pada 21 Oktober 2025.

“Waktu ideal sebenarnya sekitar tiga bulan. Karena tender selesai di Oktober, maka sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” jelas Asmi.

Kini, proyek penataan Pasie Nan Tigo berada pada fase krusial. Sisa waktu yang terbatas menuntut kerja cepat sekaligus cermat agar percepatan tidak mengorbankan kualitas. Pengawasan melekat dari Satker PKP, kontrol publik, serta komitmen rekanan menjadi kunci keberhasilan.

Bagi warga Pasie Nan Tigo, keberhasilan proyek ini bukan diukur dari angka progres, melainkan dari perubahan nyata: jalan lingkungan bebas genangan, drainase berfungsi saat hujan, dan rumah yang lebih layak untuk ditinggali.


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar