![]() |
| Khatib Masjid Istiqamah,bua Jalan Sawahan, Simpang Rumah Potong, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, |
PADANG, Editor-Khatib Masjid Istiqamah,bua Jalan Sawahan, Simpang Rumah Potong, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak, terutama menanamkan pendidikan agama dan membiasakan shalat sejak usia dini.
Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat, 30 Oktober 2026. Khatib menegaskan, pembinaan anak membutuhkan kesabaran, kasih sayang, komunikasi, serta keteladanan nyata dari kedua orang tua.
Menurutnya, usia 7 tahun menjadi momentum penting bagi orang tua untuk mulai mengajak anak melaksanakan shalat dan mengenalkan kewajiban beribadah.
“Anak tidak meminta untuk dilahirkan. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik dan membimbing anak dengan baik,” ujar khatib dalam khutbahnya.
Ia menjelaskan, mendidik anak tidak cukup hanya dengan memberikan perintah. Orang tua harus membangun komunikasi, mengajak anak berdiskusi, memberikan pemahaman, serta menunjukkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ayah Harus Aktif Membimbing Anak
Khatib menekankan, pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab ibu. Ayah juga harus hadir dan mengambil peran aktif dalam membimbing anak, khususnya dalam pendidikan agama dan pembiasaan shalat.
Pada usia 0 hingga 7 tahun, anak membutuhkan kasih sayang, kedekatan, dan perhatian orang tua. Ketika memasuki usia 7 tahun, pembinaan ibadah perlu semakin diperkuat melalui pendekatan yang baik dan keteladanan.
“Usia 7 tahun, suruh anak shalat. Pembinaan itu ada di tangan ayah, bukan hanya ibu,” tegas khatib.
Ia mengingatkan, ayah tidak boleh menyerahkan seluruh urusan pendidikan anak kepada ibu. Kehadiran ayah dalam keluarga sangat penting untuk memberikan arahan, membangun kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai agama.
Usia 10 Tahun, Utamakan Pembinaan dan Keteladanan
Khatib juga menjelaskan, ketika anak memasuki usia 10 tahun, orang tua perlu semakin memperhatikan pembinaan dan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah.
Namun, pendidikan harus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan pemahaman, pendekatan yang baik, serta contoh nyata dari orang tua.
Anak perlu dibimbing agar memahami pentingnya shalat, bukan sekadar menjalankan perintah tanpa mengetahui maknanya.
Menurutnya, keteladanan orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membentuk karakter dan kebiasaan ibadah anak.
Keluarga Harmonis, Anak Tumbuh dengan Pendidikan Agama
Dalam khutbah tersebut, khatib turut mengingatkan pentingnya hubungan suami dan istri dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
Ia menyampaikan bahwa kehidupan keluarga membutuhkan sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta tanggung jawab bersama dalam mendidik anak.
Khatib menegaskan, pembinaan anak tidak boleh hanya dibebankan kepada ibu. Ayah dan ibu harus bekerja sama memberikan pendidikan agama, perhatian, kasih sayang, serta contoh yang baik.
Pesan utama khutbah Jumat tersebut mengingatkan bahwa pendidikan anak dimulai dari rumah. Orang tua harus hadir, membimbing, dan memberikan keteladanan sejak usia dini.
Khatib mengajak para ayah untuk tidak lepas tangan dalam pendidikan anak, terutama dalam membiasakan shalat dan menanamkan nilai-nilai agama. Dengan pembinaan yang sabar, komunikasi yang baik, dan keteladanan kedua orang tua, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan taat beribadah.
**Afridon


0 Komentar