![]() |
| pengelolaan sampah rumah tangga. Saat petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) datang, warga cukup melakukan dua hal: memisahkan sisa makanan dan mengantongi sampah lainnya. |
PADANG .Editor— Pemerintah Kota Padang mendorong masyarakat membangun kebiasaan sederhana dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Saat petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) datang, warga cukup melakukan dua hal: memisahkan sisa makanan dan mengantongi sampah lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, S.T., M.T., mengatakan pola tersebut sengaja dibuat sederhana agar mudah diterapkan setiap hari oleh seluruh rumah tangga.
![]() |
| Pemko Padang juga tengah mengejar target nasional agar seluruh rumah tangga memperoleh layanan pengumpulan sampah |
“Kita tidak ingin masyarakatPemko Padang juga tengah mengejar target nasional agar seluruh rumah tangga memperoleh layanan pengumpulan sampah. merasa memilah sampah itu rumit. Setiap hari cukup ingat dua hal: sisa makanan pisahkan, sampah lainnya kantongkan. Setelah itu serahkan kepada LPS,” ujar Fadel kepada wartawan di Padang, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Fadel, masyarakat tetap dianjurkan mengurangi produksi sampah sejak dari rumah. Barang yang masih bisa digunakan sebaiknya dipakai kembali atau diberikan kepada orang lain.
Barang yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dijual atau ditabung melalui bank sampah. Sementara sisa makanan, jika memungkinkan, dapat diolah menjadi kompos.
Namun, langkah tersebut merupakan anjuran, bukan kewajiban.
“Kalau bisa dipakai lagi, dipakai. Bisa dijual, jual. Bisa masuk bank sampah, tabung. Sisa makanan bisa dikompos, lebih bagus lagi. Tetapi kalau akhirnya menjadi sampah yang akan dibuang, di situlah sistem layanan kita masuk,” jelasnya.
LPS Datang, Warga Tak Perlu ke TPS
Pemko Padang juga tengah mengejar target nasional agar seluruh rumah tangga memperoleh layanan pengumpulan sampah.
Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak lagi dibebani membawa sampah rumah tangga sendiri ke tempat pembuangan sementara (TPS).
“Kita ingin seluruh rumah tangga terlayani. Sampahnya disiapkan dari rumah, kemudian LPS yang datang mengumpulkan. Karena itu warga tidak perlu lagi mengantarkan sendiri sampah rumah tangganya ke TPS,” kata Fadel.
Sampah rumah tangga yang tersisa selanjutnya diserahkan melalui layanan LPS.
Untuk sisa makanan, Pemko Padang telah menyediakan ember khusus pada seluruh becak motor (betor) LPS. Sedangkan sampah lainnya tetap dikantongkan seperti kebiasaan warga selama ini.
Fadel menegaskan, pola tersebut dibuat agar perubahan perilaku tidak justru menjadi beban baru bagi masyarakat.
“Tidak perlu lima tong sampah di dapur. Tidak perlu bingung menghafal banyak jenis. Yang kita biasakan setiap hari cuma dua. Sisa makanan pisahkan, selain itu kantongkan seperti biasa,” tegasnya.
Petugas LPS Akui Lebih Mudah
Petugas LPS, Dani, mengatakan pemilahan sisa makanan sejak dari rumah membuat proses pengumpulan menjadi lebih mudah.
“Kalau sisa makanan sudah dipisahkan, kami tinggal masukkan ke wadah khusus. Sampah lainnya tetap kami ambil dalam kantong. Jadi warga sebenarnya tidak dibuat repot,” tuturnya.8
Hal senada disampaikan Reni, warga Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX. Menurutnya, pola tersebut mudah diterapkan karena tidak banyak mengubah kebiasaan warga.
“Yang berubah cuma sisa makanannya dipisahkan. Sampah lainnya tetap dikantongkan. Petugas LPS yang datang mengambil,” ujarnya.
Setelah sampah dikumpulkan, LPS bertanggung jawab meneruskan penanganannya. Sampah yang telah dipisahkan dari rumah tidak dicampur kembali, melainkan diteruskan sesuai jalur penanganannya.
Fadel menegaskan keberhasilan sistem tidak ditentukan oleh satu atau dua rumah tangga yang memilah sampah secara sempurna. Kuncinya adalah sebanyak mungkin warga melakukan kebiasaan sederhana tersebut secara konsisten.
“Kalau hanya beberapa rumah yang melakukan, dampaknya tentu terbatas. Tetapi kalau satu Kota Padang melakukan dua hal sederhana ini setiap hari, hasilnya akan berbeda,” katanya.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap pengelolaan sampah sebagai sesuatu yang rumit.
“Tidak perlu dibuat rumit. Sisa makanan pisahkan, sampah lainnya kantongkan. Serahkan ke LPS. Selebihnya biar sistem layanan yang bekerja,” tutup Fadel.
**Afridon



0 Komentar