Revitalisasi SMPN 9 Pariaman Capai 56 Persen, Warga Minta Proyek Dijaga Sesuai Spesifikasi Teknis

 

Kepala SMPN 9 Pariaman, Yanti Octavia, S.Kom,

Pariaman Editor — Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 9 Pariaman terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Hingga akhir Juni 2026, pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 56 persen dan ditargetkan rampung pada Agustus mendatang sehingga dapat dimanfaatkan pada awal tahun ajaran baru.

Kepala SMPN 9 Pariaman, Yanti Octavia, S.Kom, mengatakan program yang didanai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah.

"Alhamdulillah progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 56 persen. Kami berharap seluruh pekerjaan selesai tepat waktu sehingga pada tahun ajaran baru seluruh fasilitas yang direvitalisasi sudah dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar," ujar Yanti kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Revitalisasi meliputi rehabilitasi sembilan ruang kelas, aula, ruang OSIS, ruang kesenian, mushala, perpustakaan, hingga laboratorium. Selain memperbaiki bangunan yang mengalami penurunan kualitas, proyek ini juga meningkatkan standar konstruksi agar lebih aman, kokoh, dan nyaman digunakan.

Yanti menegaskan, pengawasan pekerjaan harus dilakukan secara maksimal agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, dan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami ingin seluruh pekerjaan diawasi secara ketat agar hasilnya benar-benar sesuai standar. Yang terpenting bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," tegasnya.

Ia menjelaskan, sebelum revitalisasi dilakukan, sejumlah bangunan sekolah kerap terdampak genangan saat musim hujan. Kini lantai bangunan ditinggikan, kusen pintu dan jendela yang sebelumnya rusak akibat rayap diganti menggunakan aluminium, rangka atap memakai baja ringan, plafon berbahan PVC, serta lantai dipasang granit guna meningkatkan daya tahan bangunan.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah mempercepat pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan. Melalui program ini diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan layak sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Di tengah proses pembangunan, kepercayaan masyarakat terhadap SMPN 9 Pariaman juga terus meningkat. Pada tahun ajaran sebelumnya sekolah memiliki 305 siswa dan setiap tahun jumlah pendaftar terus mengalami peningkatan.

"Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, termasuk melalui pemanfaatan fasilitas yang lebih representatif," kata Yanti.

Sejumlah warga menyambut positif pembangunan tersebut. Mereka menilai perhatian pemerintah terhadap fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda.

Namun, masyarakat mengingatkan agar proyek tidak hanya mengejar target penyelesaian, melainkan juga menjaga mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

"Kami mendukung penuh program ini. Yang kami harapkan, pelaksanaan pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi teknis, tidak asal selesai. Dengan begitu hasilnya bermutu, berkualitas, kokoh, dan bisa bertahan lama sehingga manfaatnya dapat dirasakan anak-anak selama bertahun-tahun," ujar Zal, warga setempat.

Hal senada disampaikan Lina, salah seorang orang tua siswa. Menurutnya, pengawasan yang ketat menjadi kunci agar anggaran negara benar-benar menghasilkan bangunan pendidikan yang berkualitas.

"Kalau dikerjakan sesuai aturan dan diawasi dengan baik, tentu hasilnya akan maksimal. Kami ingin sekolah ini menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat," tuturnya.

Dengan progres yang terus berjalan, masyarakat berharap revitalisasi SMPN 9 Pariaman dapat selesai tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas. Bangunan yang kokoh, aman, dan sesuai spesifikasi diyakini akan menjadi investasi berharga bagi dunia pendidikan serta menunjang proses belajar mengajar bagi generasi penerus bangsa.


**.Afridon

Posting Komentar

0 Komentar