Keluhan Pendaftaran Online Muncul, Poltekpel Sumbar Tegaskan Komitmen Layani Calon Taruna hingga Tuntas


Anggi menegaskan, Poltekpel Sumatera Barat berkomitmen memberikan pelayanan yang ramah, terbuka

Padang Pariaman.Editor— Keluhan sejumlah orang tua calon taruna terkait proses penerimaan peserta didik baru di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat mendapat respons cepat dari pihak kampus. Di tengah tingginya minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di bidang pelayaran, kendala teknis pada sistem pendaftaran online sempat menimbulkan kebingungan bagi sebagian pendaftar.

Beberapa wali calon taruna mengaku telah mengikuti seluruh tahapan pendaftaran secara daring, termasuk melakukan pembayaran administrasi. Namun, saat mendatangi kampus untuk memastikan proses selanjutnya, mereka memperoleh informasi bahwa masa pendaftaran telah berakhir sehingga memunculkan tanda tanya.

"Kami hanya ingin mendapatkan kepastian. Semua tahapan sudah kami ikuti melalui sistem, termasuk pembayaran. Kami berharap ada penjelasan yang jelas dari pihak kampus," ujar salah seorang wali calon taruna yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menanggapi hal tersebut, Staf PPID dan Kehumasan Poltekpel Sumatera Barat, Anggi Minanda, menjelaskan bahwa persoalan tersebut dipicu gangguan teknis pada laman pendaftaran sehingga pihak kampus melakukan penyesuaian jadwal.

Menurutnya, penerimaan taruna baru dilaksanakan dalam tiga gelombang. Ketika sistem mengalami gangguan, tim teknologi informasi segera melakukan perbaikan sehingga masa pendaftaran diperpanjang hingga 30 Juni 2026.

"Begitu ada laporan website mengalami kendala, kami langsung berkoordinasi dengan tim IT. Setelah sistem kembali normal, masyarakat tetap kami layani sesuai prosedur yang berlaku," kata Anggi saat ditemui di ruang PPID dan Kehumasan Poltekpel Sumbar, Senin (29/6/2026).

Ia menegaskan, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya mengandalkan sistem digital. Poltekpel Sumbar juga membuka berbagai saluran komunikasi agar setiap calon taruna dan orang tua memperoleh informasi yang akurat.

"Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan, silakan menghubungi WhatsApp Humas, nomor layanan yang tersedia di website, atau datang langsung ke kantor. Kami ingin setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik," ujarnya.

Di sela-sela wawancara, Anggi bahkan langsung menerima telepon dari salah seorang orang tua calon taruna yang menyampaikan keluhannya. Setelah ditelusuri, persoalan tersebut ternyata bukan penolakan pendaftaran, melainkan kesalahpahaman mengenai unit pelayanan yang harus didatangi.

"Orang tua tersebut sebelumnya mencari informasi ke bagian Diklat, padahal informasi pendaftaran berada di PPID dan Kehumasan. Setelah kami jelaskan alurnya, beliau memahami dan persoalan selesai," jelasnya.

Anggi menegaskan, Poltekpel Sumatera Barat berkomitmen memberikan pelayanan yang ramah, terbuka, dan responsif kepada seluruh masyarakat. Ia mengimbau calon taruna maupun orang tua agar tidak ragu meminta penjelasan apabila menemui kendala selama proses seleksi.

"Kami ingin seluruh peserta memahami setiap tahapan seleksi. Jangan sampai ada yang merasa bingung hanya karena kurang informasi. Kami siap membantu hingga proses pendaftaran selesai," tegasnya.

Selain meningkatkan pelayanan, Poltekpel Sumbar juga terus menggencarkan sosialisasi ke berbagai sekolah di sejumlah daerah untuk memperkenalkan pendidikan vokasi maritim kepada generasi muda.

"Kami berharap semakin banyak putra-putri Sumatera Barat memilih pendidikan pelayaran dan mampu bersaing hingga diterima sebagai taruna Poltekpel. Dunia maritim membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, dan kami ingin menjadi bagian dari proses itu," pungkas Anggi.


** Afridon 

Posting Komentar

0 Komentar