![]() |
| Tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V turun langsung ke lapangan pada Senin (29/6/2026) untuk melakukan verifikasi kondisi sejumlah daerah irigasi senin.30.Juni.2026 |
PADANG PARIAMAN Editor — Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis mulai membuahkan hasil. Menindaklanjuti usulan perbaikan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana alam, Tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V turun langsung ke lapangan pada Senin (29/6/2026) untuk melakukan verifikasi kondisi sejumlah daerah irigasi.
Kehadiran tim BWS disambut antusias oleh para petani yang selama tiga tahun terakhir harus menghadapi kerusakan saluran irigasi yang mengganggu pasokan air ke lahan pertanian mereka.
Verifikasi dilakukan di sejumlah Daerah Irigasi (D.I) di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, meliputi D.I Banda Tembok, D.I Banda Kajai, D.I Banda Koto, dan D.I Banda Usang. Sementara di Kecamatan Sungai Geringging, tim juga meninjau D.I Banda Kubu di Nagari Kuranji Hulu.
Tim BWS Sumatera V yang terdiri dari Richard dan Stefen didampingi tiga petugas Dinas PUPR Padang Pariaman, yakni Syafril, Adri, dan Mulyarahman Feri. Turut hadir Ketua Kelompok Tani Pematang Jaya Syafruddin bersama sejumlah anggota kelompok tani.
Richard menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi kerusakan irigasi sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan.
"Kami melakukan verifikasi terhadap beberapa daerah irigasi yang diusulkan agar kondisi di lapangan dapat diketahui secara langsung sebagai dasar tindak lanjut," ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Pematang Jaya, Syafruddin, mengatakan tiga jaringan irigasi di wilayahnya, yakni D.I Banda Tembok, D.I Banda Kajai, dan D.I Durian Randah, mengalami kerusakan berat sejak diterjang bencana pada 2023. Kondisinya semakin parah setelah banjir bandang dan longsor kembali melanda kawasan tersebut.
Menurutnya, kelompok tani telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan. Karena itu, turunnya Tim BWS menjadi angin segar bagi para petani.
"Alhamdulillah, hari ini Tim BWS Sumatera V akhirnya turun melakukan verifikasi. Ini menjadi harapan besar bagi kami agar ketiga irigasi yang rusak segera diperbaiki," kata Syafruddin.
Hal senada disampaikan Ayun (62), anggota Kelompok Tani Pematang Jaya. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan irigasi karena keberadaan saluran air sangat menentukan keberhasilan usaha tani masyarakat.
"Kami sangat berharap irigasi ini segera diperbaiki. Air adalah urat nadi pertanian kami. Kalau irigasi kembali normal, produktivitas sawah masyarakat juga akan kembali meningkat," ujarnya penuh harap.
Turunnya Tim BWS Sumatera V dinilai menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya sektor pertanian. Para petani kini berharap proses verifikasi segera berlanjut pada tahap pembangunan sehingga jaringan irigasi yang rusak dapat kembali berfungsi dan mendukung ketahanan pangan daerah
**.Afridon


0 Komentar