Soekarno M. Noor

BUKITTINGGI ,Editor— Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Gedung Soekarno M. Noor di UIN Bukittinggi pada Rabu, 15 April 2026. Peresmian itu sekaligus dirangkai dengan kegiatan wisuda angkatan XII kampus tersebut.

Gedung baru itu merupakan gedung perkuliahan yang kini resmi menyandang nama sang aktor legendaris sekaligus ayah kandung Bang Doel, Soekarno M. Noor — sosok besar yang kiprahnya meninggalkan jejak penting dalam dunia perfilman nasional.

Aktor Tiga Piala Citra

Soekarno M. Noor bukan tokoh sembarangan. Ia adalah bintang film papan atas pada masanya, peraih tiga Piala Citra dalam sejarah Festival Film Indonesia. Tiga penghargaan tertinggi itu diraihnya lewat film Anakku Sajang (1960), Dibalik Tjahaha Gemerlapan (1967), dan Kemelut Hidup (1979).

Sepanjang kariernya, M. Noor membintangi lebih dari 68 film sebagai pemeran utama, 30 film sebagai figuran, dan 20 judul drama, menjadikannya salah satu aktor paling produktif pada era keemasan film Indonesia.

Akar Minangkabau dari Bonjol

Lahir di Jakarta (Batavia) pada 13 September 1931, Soekarno M. Noor sesungguhnya merupakan putra asli Minangkabau. Kedua orang tuanya berasal dari Bonjol. Setelah ayahnya wafat ketika ia berusia dua tahun, ia kembali ke kampung halaman.

Masa kecilnya penuh perjuangan. Noor kecil berjualan sabun dan cabai dengan berjalan kaki hingga ke Lubuk Sikaping. Karena kondisi ekonomi sulit, keluarganya pindah ke Tebing Tinggi dan ia melanjutkan SMP di Pematang Siantar.

Keluarga Seni: Lahirkan Generasi Bintang

Dalam kehidupan pribadi, M. Noor menikah dengan Lily Istiarti Rawumali dan dikaruniai enam anak. Tiga di antaranya — Rano Karno, Tino Karno, dan Suti Karno — mengikuti jejaknya sebagai bintang film Indonesia.

Ia juga memiliki adik bernama Ismed M. Noor, yang tak kalah dikenal sebagai aktor pada zamannya.

Aktor besar yang kiprahnya membentuk sejarah perfilman Indonesia ini wafat pada 26 Juli 1986.

Nama yang Layak Diabadikan

Peresmian Gedung Soekarno M. Noor di UIN Bukittinggi menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang mengharumkan dunia seni peran Indonesia serta membawa kebanggaan bagi masyarakat Minangkabau


**Afridon