Gubernur Mahyeldi menyatakan, pacu kuda bukan sekadar olahraga, tapi juga penggerak ekonomi lokal. “Kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan sektor pariwisata,” tegasnya.
Ia menambahkan, event ini menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memikat perantau untuk kembali ke kampung halaman. “Momentum ini bagian dari strategi kami mengembangkan pariwisata melalui event olahraga yang menarik masyarakat luas,” ujarnya.
Bupati John Kenedy Azis menegaskan komitmennya menjadikan pacu kuda sebagai agenda tahunan. “Event ini akan terus kita dorong, sebagai sarana melestarikan budaya Minangkabau sekaligus memperkuat sektor pariwisata,” jelasnya.
Selain tontonan seru, UMKM lokal juga panen peluang. Produk kuliner, kerajinan, dan souvenir laris manis, memacu perputaran ekonomi daerah.
Pacu Kuda Padangpariaman 2026 membuktikan, olahraga tradisional bisa menjadi magnet wisata sekaligus motor pertumbuhan ekonomi yang nyata.
**Afridon


0 Komentar